Naker.news - Para lulusan baru di Amerika Serikat menghadapi situasi yang kian sulit. Menurut laporan New York Post, tingkat pengangguran lulusan usia 22 hingga 27 tahun meningkat menjadi 5,8 persen pada kuartal pertama 2025—angka tertinggi sejak 2021.
Penelitian dari Federal Reserve Bank of New York mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mengalami kemunduran yang nyata.
Sementara itu, total pengangguran di AS bertahan di angka 4,2 persen, tetapi kelompok lulusan baru terkena dampak paling besar karena perlambatan rekrutmen dan meningkatnya persaingan.
"Dengan surplus pelamar untuk setiap lowongan, perusahaan menggunakan sistem penyaringan berbasis AI sebelum resume dilihat oleh manusia." kata Dr. Nathan Mondragon, Chief Innovation Officer HireVue, kepada New York Post.
Baca juga: Masa depan media dibedah di Mediapreneur Talks Eps 4
Tekanan Ekonomi dan Disrupsi Teknologi
Riset Oxford Economics menyebutkan, perlambatan ekonomi, inflasi tinggi, serta dampak kebijakan tarif menyebabkan perusahaan mengurangi perekrutan.
Bahkan, sektor teknologi yang biasanya menyerap banyak lulusan kini turut melambat.
Laporan juga menyoroti bahwa pasar kerja level pemula mulai tergeser oleh sistem otomatisasi dan AI, membuat lulusan baru makin kesulitan masuk ke dunia kerja.
Baca juga: Lokasi Sekolah Rakyat mencapai 100 titik, Gus Ipul panggil masyarakat awasi
Kondisi Pasar Tenaga Muda
Sementara lulusan perguruan tinggi secara keseluruhan mengalami tingkat pengangguran 2,7 persen, kelompok usia 22–27 tahun dua kali lipat lebih tinggi. Ini menandakan beban yang jauh lebih berat di kalangan usia muda.
"Meskipun hanya 5 persen dari total tenaga kerja, lulusan baru memberi kontribusi besar terhadap tingkat pengangguran nasional." tulis New York Post dalam laporan 20 Juni 2025.
Tanpa lonjakan permintaan tenaga kerja baru, prospek ke depan diprediksi tetap suram. Skenario pemulihan pun dianggap masih jauh dari harapan.
Baca juga: Gelombang pekerja dan lulusan global merapat ke Indonesia apa daya tariknya
Peran AI dalam Seleksi Kerja
Teknologi penyaringan berbasis machine learning yang kini digunakan perusahaan besar, semakin menyulitkan kandidat tanpa pengalaman atau jaringan profesional yang kuat.
Artikel Terkait
Waspada Salah Jurusan Kuliah Ini 10 Prodi dengan Pengangguran Tertinggi dan Terendah 2025
Ilmu Komputer Masuk Daftar Jurusan Pengangguran Tertinggi di AS, Ini Sebabnya
Catatan Ekonomi Puan untuk Prabowo, dari Pengangguran hingga Stimulus
Kerja di Luar Negeri Dinilai Jadi Solusi Pengangguran Akut di RI
Pengangguran RI Tertinggi di ASEAN, Pemerintah Diminta Bertindak
UMKM dan Pertanian Jadi Andalan HIPMI Atasi Pengangguran
5 Kabupaten Jawa Tengah Catat Pengangguran Tertinggi, Brebes Paling Parah
950 Ribu Pengangguran di Jateng, Penempatan Kerja Migran Jadi Solusi Strategis
Koperasi Desa Jadi Solusi Pengangguran dan Pinjol di Pedesaan
Pengangguran Masih Tinggi, HIPMI Turun Gunung Bantu Warga Bandung