Minggu, 19 April 2026

Pengangguran Lulusan Baru di AS Naik, Pasar Kerja Dibilang Memburuk

Photo Author
- Rabu, 2 Juli 2025 | 13:00 WIB
Ilustrasi pengangguran. (Freepik)
Ilustrasi pengangguran. (Freepik)

Naker.news - Para lulusan baru di Amerika Serikat menghadapi situasi yang kian sulit. Menurut laporan New York Post, tingkat pengangguran lulusan usia 22 hingga 27 tahun meningkat menjadi 5,8 persen pada kuartal pertama 2025—angka tertinggi sejak 2021.

Penelitian dari Federal Reserve Bank of New York mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja mengalami kemunduran yang nyata.

Sementara itu, total pengangguran di AS bertahan di angka 4,2 persen, tetapi kelompok lulusan baru terkena dampak paling besar karena perlambatan rekrutmen dan meningkatnya persaingan.

"Dengan surplus pelamar untuk setiap lowongan, perusahaan menggunakan sistem penyaringan berbasis AI sebelum resume dilihat oleh manusia." kata Dr. Nathan Mondragon, Chief Innovation Officer HireVue, kepada New York Post.

Baca juga: Masa depan media dibedah di Mediapreneur Talks Eps 4

Tekanan Ekonomi dan Disrupsi Teknologi

Riset Oxford Economics menyebutkan, perlambatan ekonomi, inflasi tinggi, serta dampak kebijakan tarif menyebabkan perusahaan mengurangi perekrutan.

Bahkan, sektor teknologi yang biasanya menyerap banyak lulusan kini turut melambat.

Laporan juga menyoroti bahwa pasar kerja level pemula mulai tergeser oleh sistem otomatisasi dan AI, membuat lulusan baru makin kesulitan masuk ke dunia kerja.

Baca juga: Lokasi Sekolah Rakyat mencapai 100 titik, Gus Ipul panggil masyarakat awasi

Kondisi Pasar Tenaga Muda

Sementara lulusan perguruan tinggi secara keseluruhan mengalami tingkat pengangguran 2,7 persen, kelompok usia 22–27 tahun dua kali lipat lebih tinggi. Ini menandakan beban yang jauh lebih berat di kalangan usia muda.

"Meskipun hanya 5 persen dari total tenaga kerja, lulusan baru memberi kontribusi besar terhadap tingkat pengangguran nasional." tulis New York Post dalam laporan 20 Juni 2025.

Tanpa lonjakan permintaan tenaga kerja baru, prospek ke depan diprediksi tetap suram. Skenario pemulihan pun dianggap masih jauh dari harapan.

Baca juga: Gelombang pekerja dan lulusan global merapat ke Indonesia apa daya tariknya

Peran AI dalam Seleksi Kerja

Teknologi penyaringan berbasis machine learning yang kini digunakan perusahaan besar, semakin menyulitkan kandidat tanpa pengalaman atau jaringan profesional yang kuat.

Halaman:

Editor: Wisnu Kuncoro Ardianto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jobdesk Banyak Tapi Orang Sedikit? Ini Jawabannya

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:25 WIB

Waktu Tepat Rekrut Karyawan? Ini 5 Indikatornya

Jumat, 23 Januari 2026 | 10:30 WIB
X