Minggu, 19 April 2026

Lokakarya Tata Kelola dan Pelaporan Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi bersama BIBB Jerman

Photo Author
Asep Rinda, Naker.news
- Selasa, 29 April 2025 | 18:12 WIB
Lokakarya bersama BIBB (Kadin Indonesia Bid Vokasi dan Sertifikasi)
Lokakarya bersama BIBB (Kadin Indonesia Bid Vokasi dan Sertifikasi)

 

Naker.news Senin, 28 April 2025 Hotel Pullman Thamrin  Jakarta, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menggelar Lokakarya Tata Kelola dan Penyusunan Laporan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (PVPV). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat sistem pendidikan vokasi Indonesia agar lebih berorientasi pada permintaan pasar dan kebutuhan masa depan.

Lokakarya ini menjadi ajang kolaborasi antara Indonesia dan Lembaga Federal Technical and Vocational Education and Training (BIBB) Jerman, yang hadir untuk berbagi praktik terbaik mengenai tata kelola pendidikan vokasi dan pelatihan kerja. Delegasi BIBB dipimpin oleh Luca Jelic (Project Leader) dan Michael Schwarz (Deputy Head of Division), serta didukung oleh Christian Wachsmuth dari GIZ, mitra kerja sama proyek GESIT.

Acara yang diikuti oleh para peserta dari berbagai kementerian, lembaga pemerintah, BNSP, KADIN Indonesia, dan mitra internasional ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang mekanisme tata kelola pendidikan vokasi berbasis bukti dan penyusunan laporan TVET nasional tahunan. Fokus utama kegiatan meliputi best practice manajemen TVET di Jerman, strategi monitoring dan pelaporan, serta penentuan langkah konkret untuk implementasi di Indonesia.

Dalam sambutannya, Adi Mahfudz WH., Wakil Ketua Umum Bidang Vokasi dan Sertifikasi KADIN Indonesia, menekankan bahwa Green Job tidak boleh dipandang sebagai tambahan beban kerja, melainkan sebagai alat transformasi untuk membuat pekerjaan yang ada menjadi lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Menurut Adi, pendidikan vokasi harus berbasis pada keterampilan nyata yang dibutuhkan dunia industri, bukan sekadar mengikuti pola kurikulum sekolah tradisional yang kurang adaptif terhadap perubahan.

Adi juga mengingatkan bahwa terminologi vokasi bukanlah sesuatu yang baru; karena itu, penting untuk menghindari pengulangan wacana tanpa kemajuan nyata. Vokasi harus bergerak maju, mewujudkan langkah konkret dan berdampak bagi generasi masa depan.

Di tengah realitas saat ini, di mana banyak kementerian/lembaga (K/L) dan dunia usaha dunia industri dan kerja (Dudika) telah bekerja dalam lingkup tugasnya masing-masing, diperlukan instrumen penyelarasan. Adi menegaskan perlunya Platform Digital TKNV (Tim Koordinasi Nasional Vokasi) dan TKDV (Tim Koordinasi Daerah Vokasi), agar data, potret, serta implementasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi bisa terpadu, terukur, dan dapat segera diimplementasikan secara nasional.

Lebih lanjut, Adi Mahfudz menyampaikan 5 Program Prioritas Bidang Vokasi dan Sertifikasi KADIN Indonesia, yaitu:

1. Memperkuat TKNV, sebagai wadah koordinasi nasional lintas sektor.

2. Mengimplementasikan TKDV, melalui sinergi KADIN Indonesia (Dudika) dengan K/L terkait, KADIN Provinsi, KADIN Kabupaten/Kota, serta Pemerintah Daerah.

3. Membangun Platform Digital TKNV & TKDV, untuk harmonisasi vokasi antara KADIN pusat, daerah, lintas K/L, dan industri.

4. Menyelaraskan program kerja vokasi nasional dan daerah, sehingga langkah pengembangan vokasi lebih terarah dan berdampak nyata.

5. Mengembangkan Roadmap Pendidikan dan Pelatihan Vokasi (PvPv) menuju Indonesia Emas 2045, dengan visi vokasi yang produktif, berdaya saing global, dan adaptif terhadap perubahan industri masa depan.

Pesannya jelas: Vokasi bukan hanya tentang belajar, melainkan tentang membentuk keterampilan, memperkuat karakter, dan mempercepat kemajuan bangsa.

Halaman:

Editor: Asep Rinda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Ketika Sertifikasi Nasional Ditinggalkan Pasar Kerja

Senin, 22 Desember 2025 | 21:38 WIB
X