Naker.News, Bogor, 4 September 2025 – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat upaya menciptakan hubungan kerja yang harmonis melalui pembentukan Kader Hubungan Industrial Pancasila (HIP). Selama tiga hari, mulai 2 hingga 4 September 2025, sebanyak 200 peserta mengikuti pelatihan intensif di Bogor, Jawa Barat, yang ditutup dengan ujian kompetensi sebagai tolok ukur bahwa peserta telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan, pembentukan kader HIP merupakan bagian dari Gerakan Produktivitas Nasional (GPN). Melalui pelatihan ini, kader diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, dengan mengedepankan nilai-nilai Pancasila, asas kekeluargaan, gotong royong, serta musyawarah mufakat.
“Tujuan utama pelatihan ini adalah mencetak kader-kader yang kompeten dalam memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip HIP di perusahaan,” ujar Yassierli saat membuka acara, Selasa (2/9/2025) malam.
Menurutnya, keberhasilan GPN sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu menjalankan dialog sosial sehat, menciptakan iklim kerja produktif, sekaligus mendorong kesejahteraan bersama. “Para kader yang memahami asas dan nilai Pancasila akan menjadi ujung tombak dalam menciptakan hubungan kerja yang produktif,” tambahnya.
Baca Juga : Bos Lebih Suka WFO daripada WFH? Ini Dampaknya bagi Produktivitas Tim
Fokus Materi Pelatihan
Selama pelatihan, peserta diajak mendalami sejumlah aspek penting dalam hubungan industrial, mulai dari pengelolaan konflik, strategi negosiasi yang efektif, hingga penguatan posisi kerja dalam kerangka pembangunan berkelanjutan.
Yassierli berharap, kader HIP mampu menginternalisasi nilai-nilai industrial berbasis Pancasila sekaligus menguasai keterampilan dialog sosial. Dengan demikian, mereka dapat menginisiasi program-program produktivitas di lingkungan kerja masing-masing.
Peserta Kader HIP (Nakernews)
Peserta dari Tiga Unsur
Direktur Jenderal PHI & Jamsos, Indah Anggoro Putri, menjelaskan bahwa pelatihan kali ini diikuti oleh angkatan 4 dan 5, dengan jumlah peserta mencapai 200 orang. Mereka terdiri dari 40 orang unsur pemerintah, 80 orang dari unsur pengusaha, serta 80 orang dari unsur serikat pekerja/serikat buruh.
“Melalui hubungan industrial yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila, Gerakan Produktivitas Nasional dapat diwujudkan secara optimal. Hasilnya, daya saing nasional meningkat, lapangan kerja bertambah luas, dan iklim investasi semakin kondusif,” kata Indah.
Peserta Bersama Asessor (Nakernews)
Baca Juga : Meningkatkan Kompetensi Kader Norma Ketenagakerjaan: Pelatihan KNK di BBPVP Semarang
Penutup dengan Ujian Kompetensi
Pelatihan kader HIP ini ditutup pada Kamis (4/9/2025) dengan pelaksanaan ujian kompetensi. Ujian tersebut menjadi tahap akhir untuk memastikan peserta benar-benar memahami materi yang diberikan serta siap mengimplementasikannya di dunia kerja.
Dengan lahirnya kader HIP yang kompeten, diharapkan hubungan industrial di Indonesia semakin solid dan berorientasi pada keadilan sosial, produktivitas, serta kesejahteraan bagi seluruh pihak yang terlibat. (*)