Minggu, 19 April 2026

China Siap Perang Dagang, Belanja Negara Digeber Gila-gilaan!

Photo Author
Wisnu Kuncoro, Naker.news
- Minggu, 20 April 2025 | 21:05 WIB
ilustrasi ekonomi china (foto: Ilustrasi/SINDOnews)
ilustrasi ekonomi china (foto: Ilustrasi/SINDOnews)

Naker.news - China genjot belanja negara secara besar-besaran di awal 2025 buat ngelindungi ekonominya dari tekanan tarif tinggi yang diberlakukan Amerika Serikat. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, pengeluaran pemerintah China tembus 9,26 triliun yuan atau sekitar Rp21.000 triliun.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi turunnya permintaan ekspor akibat memanasnya perang dagang AS-China. Kebijakan ini juga jadi cara Beijing buat ngangkat sentimen pasar yang lagi lesu karena deflasi dan anjloknya sektor properti selama beberapa tahun terakhir.

Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Melambat, Target Pemerintah Terancam

Meski ekonomi China masih tumbuh di kuartal pertama, para analis memperkirakan pertumbuhan bakal melambat di kuartal selanjutnya. Beberapa bank besar bahkan nurunin prediksi pertumbuhan ekonomi China jadi cuma 4%, jauh di bawah target pemerintah 5%.

Baca juga: Tarif AS Bikin Warga China Cemas Kehilangan Pekerjaan, Indonesia Kena Imbasnya! - Naker.news

Front-loading ekspor yang sempat ngangkat angka di awal tahun diprediksi nggak akan bertahan lama. Ditambah lagi, efek dari program tukar tambah konsumen mulai memudar, bikin konsumsi dalam negeri melemah.

Langkah Tambahan Disiapkan, Dari Stimulus Hingga Potong Pajak

Pemerintah China udah menyiapkan berbagai langkah cadangan kalau kondisi ekonomi makin tertekan. Salah satunya adalah mempercepat stimulus fiskal dan memperluas penerbitan obligasi, termasuk yang di luar anggaran.

Baca juga: Trump Naikkan Tarif Impor China Jadi 245 Persen! Perang Dagang Babak Baru Dimulai? - Naker.news

Selain itu, bank sentral juga diperkirakan bakal memangkas suku bunga, nurunin rasio cadangan bank, bahkan mulai membeli obligasi pemerintah. Nggak cuma itu, opsi pemotongan pajak ekspor juga dipertimbangkan biar eksportir bisa tetap bersaing meski diterpa tarif tinggi dari AS.

Langkah-langkah ini jadi bukti kalau China serius ngejaga ekonominya tetap stabil, meski dihantam badai perang dagang. Tapi, apakah semua ini cukup buat lawan efek kebijakan tarif Trump? Waktu yang bakal jawab.(*)

Editor: Wisnu Kuncoro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X