Minggu, 19 April 2026

Harga Gabah Dijaga Rp6.500/kg, Bulog Gaspol Serap Produksi Dalam Negeri

Photo Author
- Kamis, 16 April 2026 | 18:30 WIB
Ilustrasi Beras/Foto: Dok. Kementan (Ilustrasi Beras/Foto: Dok. Kementan)
Ilustrasi Beras/Foto: Dok. Kementan (Ilustrasi Beras/Foto: Dok. Kementan)

Naker.news - Pemerintah melalui Bulog menjaga harga gabah di level Rp6.500 per kilogram sekaligus mempercepat penyerapan produksi dalam negeri. Kebijakan Bulog ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan beras dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bulog menjadi ujung tombak dalam menyerap gabah dan beras petani. Dengan harga pembelian pemerintah yang ditetapkan, Bulog diharapkan mampu menjaga keseimbangan harga sekaligus melindungi pendapatan petani di tengah musim panen.

Harga Gabah Dijaga untuk Lindungi Petani

Pemerintah menetapkan harga pembelian pemerintah untuk gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan harga di tingkat petani tidak jatuh saat produksi melimpah.

Penetapan harga ini juga menjadi bagian dari kebijakan nasional dalam menjaga stabilitas pangan. Dengan harga yang terjaga, petani memiliki kepastian pasar atas hasil panennya.

Selain itu, Bulog diberi mandat untuk menyerap gabah tanpa standar kualitas terlalu ketat, selama memenuhi usia panen. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik panen dini yang dapat merugikan petani.

Bulog Percepat Serapan Beras Nasional

Hingga pertengahan April 2026, Bulog mencatat penyerapan beras telah mencapai sekitar 1,9 juta ton atau 48,7 persen dari target 4 juta ton tahun ini. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 3 juta ton.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut total anggaran penyerapan mencapai Rp68,6 triliun untuk mendukung program ini.

"Total anggaran untuk serapan gabah, kemudian kedelai, sama jagung itu adalah Rp68,6 triliun," kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Bulog menargetkan penyerapan dapat mencapai target penuh pada akhir Juli 2026, seiring puncak panen di berbagai daerah.

Stok Beras Nasional Terjaga

Selain meningkatkan serapan, Bulog juga menjaga ketersediaan stok beras nasional. Saat ini, cadangan beras pemerintah tercatat mencapai sekitar 4,7 juta ton.

Jumlah tersebut diproyeksikan akan meningkat hingga menembus 5 juta ton dalam waktu dekat. Stok yang kuat dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan.

Penyerapan Jagung Ikut Digenjot

Tidak hanya beras, Bulog juga mendapat penugasan untuk menyerap jagung pipil kering sebanyak 1 juta ton. Harga pembelian ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.

Jagung yang diserap harus memenuhi standar kadar air antara 18 hingga 20 persen. Hingga awal April 2026, realisasi penyerapan jagung telah mencapai sekitar 131 ribu ton.

Halaman:

Editor: Wisnu Kuncoro Ardianto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X