Minggu, 19 April 2026

"AI Makin ‘Pintar’, 1.000 Karyawan Snap Tersingkir: Awal Gelombang PHK Baru?"

Photo Author
- Jumat, 17 April 2026 | 07:00 WIB
ilustrasi PHK (foto: jabarnews.com)
ilustrasi PHK (foto: jabarnews.com)

Snap Pangkas 1.000 Karyawan di Tengah Perkembangan AI

Naker.news - Perusahaan teknologi Snap mengumumkan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap sekitar 1.000 karyawan secara global. Kebijakan ini setara dengan sekitar 16 persen dari total tenaga kerja Snap dan menjadi bagian dari strategi efisiensi berbasis AI yang kini semakin berkembang.

Langkah Snap ini dikonfirmasi langsung melalui memo internal yang dikirim oleh CEO Evan Spiegel kepada karyawan. Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut bahwa kemajuan teknologi AI memungkinkan pekerjaan dilakukan lebih cepat dan efisien, sehingga kebutuhan tenaga kerja pun berkurang.

Baca juga: Hanya 40 Persen Pekerja di Indonesia Masuk Sektor Formal, Kenapa?

AI Jadi Alasan Utama Efisiensi Perusahaan

Dalam memo tersebut, Evan Spiegel menyatakan bahwa perkembangan AI membantu tim Snap mengurangi pekerjaan berulang dan meningkatkan produktivitas. Ia juga menyebut bahwa tim kecil kini mampu menghasilkan dampak besar dengan bantuan teknologi tersebut.

"We believe that rapid advancements in artificial intelligence enable our teams to reduce repetitive work, increase velocity, and better support our community, partners, and advertisers," ujar Evan Spiegel dalam memo internal perusahaan.

Snap juga mengungkapkan bahwa sekitar 65 persen kode baru di perusahaan kini dihasilkan dengan bantuan AI. Hal ini menunjukkan bahwa otomatisasi telah menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan.

Baca juga: Jangan Tunggu Besar Gaji: Tips Cerdas Atur Uang Sekarang Juga

Target Penghematan dan Jalan Menuju Profitabilitas

Selain PHK, Snap juga menutup lebih dari 300 posisi lowong yang sebelumnya belum terisi. Langkah ini diambil untuk menekan biaya operasional perusahaan secara signifikan.

Snap menargetkan penghematan lebih dari 500 juta dolar AS per tahun mulai paruh kedua 2026. Strategi ini diharapkan dapat membantu perusahaan mencapai profitabilitas dan memperkuat posisi di tengah persaingan industri teknologi.

Dalam presentasi kepada investor, Snap menyebut bahwa perusahaan saat ini berada dalam tekanan, diapit oleh perusahaan teknologi besar dengan sumber daya kuat serta startup yang lebih lincah.

Baca juga: Modal Kecil, Untung Besar: Bisnis Online di 2026 dengan Dukungan Bank Digital

Dampak PHK dan Tren di Industri Teknologi

Karyawan yang terdampak PHK di Amerika Serikat akan mendapatkan pesangon selama empat bulan, jaminan kesehatan, serta dukungan transisi karier. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk tetap memberikan perlindungan kepada pekerja yang terdampak.

Hingga akhir 2025, Snap tercatat memiliki sekitar 5.261 karyawan. Dengan adanya PHK ini, struktur organisasi perusahaan akan menjadi lebih ramping dan fokus pada pengembangan produk berbasis AI seperti Snapchat+ dan platform iklan.

Langkah Snap ini menambah daftar panjang perusahaan teknologi yang melakukan efisiensi tenaga kerja, termasuk Meta, Amazon, dan Oracle. Tren ini menunjukkan bahwa transformasi digital dan adopsi AI telah mengubah lanskap dunia kerja secara signifikan.

Halaman:

Editor: Wisnu Kuncoro Ardianto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X