Naker.news - Pelaksanaan Haji 2026 resmi dimulai pada 22 April dengan keberangkatan kloter pertama dari Indonesia menuju Arab Saudi. Di tengah situasi konflik Teluk, pemerintah menyesuaikan rute penerbangan haji guna memastikan keamanan jamaah selama perjalanan.
Penyesuaian rute penerbangan haji menjadi langkah penting dalam penyelenggaraan Haji 2026. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri meminta agar maskapai menghindari wilayah konflik Teluk, seiring meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut yang berpotensi mengganggu jalur udara menuju Arab Saudi.
Rute Penerbangan Haji 2026 Hindari Konflik Teluk
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menegaskan pentingnya kewaspadaan dalam menentukan jalur penerbangan haji tahun ini. "Bagi pengelola perjalanan jamaah haji, untuk penerbangannya diusahakan menghindari wilayah-wilayah konflik, mengingat akan ada penerbangan haji langsung ke Jeddah," ujarnya.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika keamanan di kawasan Teluk yang berdampak pada jalur penerbangan internasional. Meski demikian, pemerintah memastikan seluruh proses keberangkatan tetap berjalan sesuai rencana tanpa penundaan.
Jadwal Keberangkatan Haji 2026 Dimulai April
Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf menyampaikan bahwa rangkaian operasional Haji 2026 telah dimulai lebih awal melalui pengiriman petugas. "Jadwal keberangkatan PPIH Arab Saudi tahun 2026 dimulai dengan keberangkatan tim advance pada tanggal 13 April 2026," kata Irfan Yusuf.
Selanjutnya, petugas daerah kerja bandara dan Madinah diberangkatkan pada 17 dan 18 April. Petugas Makkah dijadwalkan menyusul pada 22 dan 23 April 2026 untuk memastikan kesiapan layanan bagi jamaah setibanya di Arab Saudi.
Adapun jamaah haji kloter pertama mulai masuk asrama pada 21 April dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026. Total kuota Haji 2026 untuk Indonesia mencapai 221.000 orang.
Baca juga: Rahasia UMKM Naik Omzet: 4 Strategi Promosi yang Terbukti Ampuh di Era Digital
Biaya Penerbangan Haji Naik Signifikan
Selain faktor keamanan, Haji 2026 juga dihadapkan pada kenaikan biaya penerbangan. Total biaya mengalami peningkatan dari Rp 6,69 triliun menjadi Rp 8,46 triliun akibat lonjakan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar.
Maskapai Garuda Indonesia mengajukan tambahan biaya sebesar Rp 974,8 miliar, sementara Saudi Airlines mengusulkan Rp 802,8 miliar. Kenaikan ini menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Baca juga: Rahasia HRD: Begini Cara Menebak IQ Tinggi dari Gaya Berpakaian Seseorang
Pemerintah Pastikan Jamaah Tidak Terbebani
Pemerintah menegaskan bahwa tambahan biaya penerbangan tidak akan dibebankan kepada jamaah. Irfan Yusuf menyebut keputusan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Biaya tambahan itu akan ditutup oleh pemerintah, tidak dibebankan kepada jamaah haji sesuai dengan perintah dari Presiden Prabowo Subianto," ujar Irfan Yusuf dalam konferensi pers.