news

Bulog Kantongi Rp68,6 Triliun, Serapan Gabah-Jagung Digenjot Tanpa Impor

Kamis, 16 April 2026 | 17:30 WIB
Stok beras

Naker.news - Perum Bulog mengantongi anggaran sebesar Rp68,6 triliun untuk menyerap gabah, beras, hingga jagung pada 2026. Langkah Bulog ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional tanpa bergantung pada impor.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebutkan anggaran tersebut digunakan untuk mendukung penugasan pemerintah dalam menyerap hasil produksi petani secara optimal. Komoditas yang diserap meliputi gabah, beras, kedelai, dan jagung sebagai komoditas pangan strategis.

Anggaran Besar untuk Serapan Gabah dan Jagung

Menurut Rizal, total anggaran yang disiapkan mencapai Rp68,6 triliun. Dana ini difokuskan untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik sehingga pasokan pangan tetap stabil.

"Total anggaran untuk serapan gabah, kemudian kedelai, sama jagung itu adalah Rp68,6 triliun," ujar Ahmad Rizal Ramdhani usai rapat di Kantor Bulog, Jakarta.

Kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga ketersediaan pangan di tengah tantangan global.

Realisasi Serapan Beras Capai 48,7 Persen

Hingga 13 April 2026, Bulog mencatat realisasi penyerapan beras telah mencapai sekitar 48,7 persen dari target tahunan sebesar 4 juta ton. Angka ini setara dengan sekitar 1,9 juta ton beras yang berhasil diserap sejak awal tahun.

Peningkatan target ini menunjukkan optimisme pemerintah terhadap produksi dalam negeri. Sebagai perbandingan, target penyerapan pada tahun sebelumnya hanya sebesar 3 juta ton.

Bulog menargetkan capaian tersebut dapat terpenuhi sepenuhnya pada akhir Juli 2026, seiring dengan puncak musim panen di berbagai daerah.

Stok Beras Tembus 4,7 Juta Ton

Selain penyerapan, Bulog juga melaporkan posisi stok beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 4,7 juta ton. Angka ini diproyeksikan akan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.

Ketersediaan stok ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga di pasar sekaligus memastikan cadangan pangan tetap aman.

Pemerintah juga telah menetapkan harga pembelian pemerintah untuk gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga harga di tingkat petani tetap stabil.

Penugasan Serapan Jagung Diperkuat

Tidak hanya beras, Bulog juga mendapat penugasan untuk menyerap jagung pipil kering sebanyak 1 juta ton. Harga pembelian jagung ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.

Jagung yang diserap harus memenuhi standar kualitas dengan kadar air antara 18 hingga 20 persen. Hingga awal April 2026, realisasi penyerapan jagung telah mencapai sekitar 131 ribu ton.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat cadangan pangan nasional sekaligus mendukung kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini