news

Rp113 Miliar untuk EO, BGN Buka-bukaan: "Kami Belum Siap Jalan Sendiri"

Kamis, 16 April 2026 | 21:30 WIB
BGN

Naker.news - Badan Gizi Nasional atau BGN akhirnya buka suara terkait sorotan publik atas anggaran EO senilai Rp113 miliar. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebut penggunaan jasa event organizer merupakan langkah strategis karena lembaga yang dipimpinnya masih dalam tahap awal pembentukan.

Dadan Hindayana menjelaskan, anggaran EO tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan berskala nasional yang membutuhkan penanganan profesional. Ia menegaskan, BGN belum memiliki sumber daya internal yang memadai untuk menjalankan seluruh kegiatan secara mandiri.

BGN Masih Bangun Sistem dan Struktur

Menurut Dadan Hindayana, BGN sebagai lembaga baru saat ini masih fokus membangun sistem kerja, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Kondisi tersebut membuat sejumlah fungsi teknis belum sepenuhnya dapat dijalankan oleh internal lembaga.

"Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional," ujar Dadan dalam keterangannya.

Dalam fase ini, kebutuhan akan dukungan eksternal dinilai penting agar program tetap berjalan sesuai target pemerintah.

Keterbatasan SDM Jadi Alasan Utama

Dadan Hindayana mengakui, BGN belum memiliki sumber daya manusia yang siap menangani kegiatan besar seperti kampanye publik dan sosialisasi nasional. Padahal, kegiatan tersebut memiliki skala luas dan kompleks.

"Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," jelasnya.

Oleh karena itu, penggunaan jasa EO dinilai menjadi solusi praktis untuk menutup kekurangan tersebut tanpa harus menunggu proses rekrutmen dan pelatihan yang memakan waktu.

EO Dinilai Lebih Profesional dan Efisien

BGN menilai pihak EO memiliki keahlian khusus dalam mengelola acara, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan. Hal ini mencakup koordinasi vendor, pengelolaan teknis, hingga mitigasi risiko.

"Penggunaan jasa EO dalam konteks ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kegiatan dapat berjalan secara profesional, terstandar, dan tepat waktu," kata Dadan.

Selain itu, penggunaan EO dianggap lebih efisien dibanding membangun tim internal secara cepat yang membutuhkan sumber daya besar dan waktu panjang.

Diklaim Permudah Pengawasan dan Audit

Dari sisi tata kelola, pelibatan pihak ketiga disebut justru memudahkan proses administrasi dan keuangan. Seluruh kegiatan dapat terdokumentasi secara sistematis melalui satu pintu.

"Hal ini justru memudahkan proses audit dan pengawasan, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis," ujar Dadan.

Data pengadaan menunjukkan terdapat puluhan paket pekerjaan EO dengan total nilai mencapai sekitar Rp113,9 miliar yang tersebar ke sejumlah perusahaan.

Halaman:

Tags

Terkini