news

Pertamina Siap Olah Minyak Rusia, Sinyal Kuat RI Perluas Sumber Energi

Jumat, 17 April 2026 | 09:00 WIB
Logo Pertamina (SHUTTERSTOCK/Joachim Affeldt)

Naker.news - Pertamina menyatakan kesiapan mengolah minyak mentah dari Rusia sebagai bagian dari upaya Indonesia memperluas sumber energi nasional. Pernyataan ini muncul di tengah langkah pemerintah yang tengah menjajaki impor minyak mentah dan LPG dari Rusia untuk menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa kilang yang dimiliki Pertamina memiliki kemampuan teknis untuk mengolah minyak mentah asal Rusia menjadi berbagai produk energi. Langkah ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia membuka peluang kerja sama energi lebih luas dengan Rusia.

Kilang Pertamina Siap Olah Minyak Rusia

Roberth menyampaikan bahwa seluruh refinery unit atau kilang milik Pertamina telah dirancang untuk mengolah berbagai jenis minyak mentah, termasuk yang berasal dari Rusia. Hal ini memastikan fleksibilitas dalam menjaga pasokan energi nasional.

"Untuk crude dari Rusia, Refinery Unit atau kilang yang dimiliki Pertamina mampu dan dapat mengolahnya untuk menjadi produk olahan dari crude tersebut," ujar Roberth.

Menurut dia, kesiapan ini menjadi modal penting jika pemerintah memutuskan untuk merealisasikan impor minyak dari Rusia. Pertamina juga memastikan akan mengikuti kebijakan pemerintah terkait sumber pasokan energi.

"Pertamina tentunya akan mendukung dan turut berperan dalam penyediaan energi di dalam negeri dan pendistribusiannya mulai dari pengolahan hingga menjadi produk," kata Roberth.

Baca juga: Modal Kecil, Untung Besar: Bisnis Online di 2026 dengan Dukungan Bank Digital

Pemerintah Jajaki Impor Energi dari Rusia

Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, sebelumnya melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama strategis di sektor energi.

Kerja sama yang dijajaki tidak hanya mencakup pembelian minyak mentah, tetapi juga LPG serta pengembangan kilang dan teknologi energi. Langkah ini diambil untuk memperkuat cadangan energi nasional.

"Kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG," ujar Bahlil dalam keterangan resminya.

Baca juga: Hanya 40 Persen Pekerja di Indonesia Masuk Sektor Formal, Kenapa?

Respons atas Gejolak Energi Global

Langkah Indonesia menjajaki impor minyak dari Rusia tidak lepas dari kondisi pasar energi global yang masih bergejolak. Ketidakstabilan pasokan dan harga energi dunia mendorong banyak negara mencari alternatif sumber energi yang lebih aman.

Rusia sebagai salah satu produsen energi terbesar dunia dinilai memiliki potensi untuk menjadi mitra strategis. Dengan pasokan yang besar, Rusia dapat membantu memenuhi kebutuhan energi Indonesia yang terus meningkat.

Di sisi lain, kemampuan kilang Pertamina dalam mengolah berbagai jenis minyak mentah menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Halaman:

Tags

Terkini