news

Dibuka! Jalan ke Korea Selatan Lewat EPS-TOPIK, Ribuan Peserta Ikut Ujian di Jakarta

Jumat, 17 April 2026 | 11:00 WIB
PMI program G to G Korea Selatan

Naker.news - Ujian EPS-TOPIK kembali digelar sebagai pintu masuk kerja ke Korea Selatan, dengan total 1.182 peserta mengikuti seleksi sektor perikanan yang difasilitasi BP3MI DKI Jakarta di Jakarta Timur. Program ini menjadi salah satu jalur resmi bagi pekerja migran Indonesia untuk bekerja di luar negeri melalui skema pemerintah.

Kegiatan ini berlangsung pada 14 hingga 20 April 2026 di Ciracas, Jakarta Timur. Ujian dibagi dalam empat sesi setiap hari dengan masing-masing sesi diikuti 76 peserta. Dalam satu hari, sebanyak 304 peserta menjalani tes yang menjadi syarat utama untuk bekerja di Korea Selatan melalui skema Government to Government.

EPS-TOPIK Jadi Gerbang Kerja ke Korea Selatan

Ujian EPS-TOPIK merupakan tahapan penting dalam proses seleksi pekerja migran Indonesia yang ingin bekerja di Korea Selatan. Tes ini mengukur kemampuan bahasa Korea sebagai syarat dasar agar calon pekerja dapat beradaptasi dan bekerja secara profesional di negara tujuan.

Program ini dijalankan melalui kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Korea Selatan. Dengan sistem seleksi yang ketat dan berbasis nilai, peserta yang lolos akan memiliki peluang lebih besar untuk ditempatkan di sektor perikanan sesuai kebutuhan tenaga kerja di Korea Selatan.

BP3MI Pastikan Pelaksanaan Sesuai Standar

Kepala BP3MI DKI Jakarta, Arman Muis, melakukan peninjauan langsung ke lokasi ujian untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

"Kami berharap kegiatan ujian EPS-TOPIK UBT Umum Sektor Perikanan yang berlangsung di BP3MI DKI Jakarta ini dapat berjalan lancar dan seluruh peserta memperoleh hasil yang memuaskan," kata Arman Muis.

Fasilitasi yang diberikan mencakup penyediaan tempat, ruang ujian, hingga pengaturan teknis pelaksanaan berbasis komputer atau UBT guna menjaga kualitas dan transparansi seleksi.

Antusias Peserta Tinggi

Tingginya jumlah peserta menunjukkan minat masyarakat untuk bekerja di Korea Selatan masih sangat besar. Selain faktor penghasilan yang relatif lebih tinggi, sistem penempatan resmi melalui pemerintah juga memberikan jaminan perlindungan bagi pekerja migran.

Setiap peserta harus melalui tahapan seleksi yang ketat, mulai dari administrasi hingga kemampuan bahasa. Hal ini bertujuan untuk memastikan tenaga kerja yang dikirim memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri di Korea Selatan.

Tingkatkan Daya Saing Pekerja Migran

Melalui pelaksanaan ujian EPS-TOPIK, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas dan kesiapan pekerja migran Indonesia. Tidak hanya kemampuan bahasa, tetapi juga kesiapan mental dan profesionalisme dalam bekerja di luar negeri.

Dengan adanya program ini, diharapkan para calon pekerja migran dapat bersaing di pasar kerja internasional sekaligus membawa dampak positif bagi perekonomian nasional melalui peningkatan remitansi.

Sumber: Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, BP3MI DKI Jakarta

Baca juga: Jangan Tunggu Besar Gaji: Tips Cerdas Atur Uang Sekarang Juga

Baca juga: Hanya 40 Persen Pekerja di Indonesia Masuk Sektor Formal, Kenapa?

Halaman:

Tags

Terkini