Minggu, 19 April 2026

IHSG Ambles! Konglomerat Borong Saham, Sinyal Bahaya atau Peluang Emas?

Photo Author
Wisnu Kuncoro, Naker.news
- Kamis, 20 Maret 2025 | 22:42 WIB
konglomerat di Indonesia (foto: katadata.co.id)
konglomerat di Indonesia (foto: katadata.co.id)

 

Naker.news - IHSG lagi anjlok, tapi para konglomerat malah borong saham! Ada apa ini? Apakah ini sinyal bahaya buat ekonomi atau justru peluang emas buat cuan?

Pada Selasa (18/3), IHSG turun sekitar 6% sampai Bursa Efek Indonesia (BEI) harus menghentikan perdagangan sementara alias trading halt.

Tapi di tengah kepanikan pasar, para taipan besar justru kalem. Prajogo Pangestu, orang terkaya di Indonesia, langsung memborong saham Barito Renewables Energy (BREN) dan Chandra Asri Pacific (TPIA). Total belanjaannya? Lebih dari Rp 8,8 miliar!

Nggak cuma dia, Boy Thohir juga ikutan belanja saham Adaro Andalan Indonesia (AADI). Begitu juga dengan petinggi BCA, seperti Jahja Setiaatmadja dan John Kosasih, yang menambah kepemilikan saham BBCA mereka di harga yang lebih murah.

Apa Dampaknya?

  1. Buat Pengusaha:
    Aksi borong saham ini bisa jadi tanda bahwa para konglomerat masih percaya diri dengan ekonomi Indonesia. Meski IHSG jatuh, mereka yakin harga saham ini bakal naik lagi di masa depan.

  2. Buat Investor Ritel:
    Kalau konglomerat beli saham, ini bisa jadi sinyal positif. Tapi hati-hati, bukan berarti semua saham layak dibeli. Jangan asal ikut-ikutan!

  3. Buat Dunia Kerja:
    Kalau IHSG terus merosot, perusahaan bisa mengurangi ekspansi atau PHK karyawan untuk menghemat biaya. Tapi kalau aksi borong saham ini bikin pasar kembali stabil, justru bisa membuka peluang kerja baru.

Baca juga:

IHSG Rontok Sejak Prabowo Jadi Presiden! Ini 4 Pernyataannya yang Bikin Investor Panik - Naker.news

IHSG Anjlok, Program Makan Gratis Jadi Sorotan - Naker.news

Selain itu, pembelian saham oleh para konglomerat bisa memberi efek psikologis ke investor lain. Mereka yang tadinya panik mungkin mulai tenang dan ikut berinvestasi. Ini bisa mempercepat pemulihan pasar dan mencegah dampak buruk ke sektor riil.

Di sisi lain, aksi borong saham ini juga bisa jadi taktik untuk mempertahankan harga saham perusahaan mereka. Dengan membeli dalam jumlah besar, harga bisa tetap stabil dan menghindari tekanan jual berlebihan.

Baca juga: IHSG Anjlok 5%! Apa Penyebabnya dan Bagaimana Dampaknya? - Naker.news

Halaman:

Editor: Wisnu Kuncoro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X