Minggu, 19 April 2026

Terungkap, Kasus Dokter Cabul Guncang Dunia Medis, Komnas Perempuan Desak Pengawasan Ketat!

Photo Author
Wisnu Kuncoro, Naker.news
- Jumat, 18 April 2025 | 12:15 WIB
ilustrasi stetoskop sebagai alat bantu dokter (foto: rsbudimedika.com)
ilustrasi stetoskop sebagai alat bantu dokter (foto: rsbudimedika.com)

Naker.news - Belakangan ini, dunia medis Indonesia diguncang oleh kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang dokter residen terhadap keluarga pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Pelaku, Priguna Anugerah Pratama, merupakan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Jurusan Anestesi Universitas Padjadjaran. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan mendalam dan menjadi sorotan publik serta media nasional.

Komnas Perempuan mengecam keras tindakan tersebut dan menekankan pentingnya proses hukum yang transparan serta tidak boleh ada upaya damai dalam kasus kekerasan seksual.

Mereka juga menyerukan agar fasilitas kesehatan menjadi ruang publik yang aman bagi semua, terutama perempuan.

Komnas Perempuan dan Praktisi Serukan Reformasi Pengawasan

Peran Komnas Perempuan dalam Bingkai Perempuan Berhadapan dengan Hukum (foto: hukumonline.com)

Komisioner Komnas Perempuan, Ratna Bantari Munti, menegaskan perlunya sistem pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik medis. Hal ini mencakup pemeriksaan dan tindak lanjut yang mendalam terhadap laporan pelanggaran etik.

Sistem pelaporan yang aman dan transparan juga harus ditingkatkan agar pasien merasa lebih aman saat melapor.

Baca juga: Dokter Cabul di RSHS Gegerkan Publik, Negara Diminta Bertindak Tegas! - Naker.news

Praktisi kepolisian dan mantan penyidik perempuan dan anak, Brigjen Purnawirawan Sri Suari, menambahkan bahwa relasi kuasa yang timpang antara dokter dan pasien dapat menjadi faktor risiko terjadinya kekerasan seksual.

Oleh karena itu, penting untuk membangun sistem yang memastikan keamanan dan kenyamanan pasien dalam menerima layanan medis.

Dampak Kasus terhadap Kepercayaan Publik dan Langkah Selanjutnya

Kasus ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap tenaga medis. Masyarakat mungkin menjadi lebih waspada atau bahkan takut untuk mencari perawatan medis, terutama bagi perempuan yang merasa rentan terhadap pelecehan.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya bersama untuk memulihkan kepercayaan tersebut melalui transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus.

Baca juga: Nikah dengan Bule, Gadis Asal Sumsel Dapat Mahar Rp3 Miliar Termasuk Saham dan Rumah - Naker.news

Langkah-langkah konkret yang dapat diambil meliputi pembentukan sistem pengawasan yang lebih ketat, pelatihan etika bagi tenaga medis, serta kampanye kesadaran tentang hak-hak pasien.

Halaman:

Editor: Wisnu Kuncoro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X