Naker.news, AMERIKA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali bikin heboh dengan menyerang Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, gara-gara The Fed menahan suku bunga.
Trump menilai Powell lambat dan salah langkah, apalagi jika dibandingkan dengan Bank Sentral Eropa (ECB) yang sudah memangkas suku bunga.
Lewat media sosial Truth Social, Trump menulis, “Pemecatan Jerome Powell tidak akan cukup cepat!” Ia menganggap Powell terlalu lambat dalam merespons situasi ekonomi dan seharusnya segera menurunkan suku bunga, seperti yang dilakukan ECB .
Saling Serang: Trump vs Powell
Trump, yang menunjuk Powell sebagai Ketua The Fed pada 2017, kini mengkritiknya habis-habisan. Ia menuduh Powell selalu terlambat dan salah dalam mengambil keputusan, terutama soal suku bunga. Trump juga menyindir bahwa ia lebih memahami suku bunga daripada Powell.
Baca juga: Trump Naikkan Tarif Impor China Jadi 245 Persen! Perang Dagang Babak Baru Dimulai? - Naker.news
Di sisi lain, Powell menegaskan bahwa The Fed tetap independen dan tidak terpengaruh oleh tekanan politik. Ia menyatakan bahwa keputusan suku bunga didasarkan pada data ekonomi, bukan tekanan dari pihak manapun .
Dampak Kebijakan Trump terhadap Ekonomi
Kebijakan tarif yang diterapkan Trump telah menimbulkan ketidakpastian dalam perekonomian global. IMF memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan melambat akibat ketegangan perdagangan yang meningkat.
Baca juga: Tarif Trump 2025, Ekspor RI Terpukul, Rupiah Melemah, dan Strategi Baru Diperlukan! - Naker.news
The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga di kisaran 4,25%–4,5% sambil menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai dampak kebijakan Trump terhadap ekonomi.
Apa Kata Pasar?
Pasar keuangan merespons ketegangan antara Trump dan Powell dengan hati-hati. Investor memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 0,75% pada akhir tahun ini, namun Powell menekankan bahwa kebijakan tetap fleksibel dan akan bergantung pada perkembangan ekonomi .
Sementara itu, ECB telah memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya sepanjang tahun ini, sebagai respons terhadap ketegangan perdagangan yang terus meningkat.
Dengan drama yang terus berlanjut antara Trump dan The Fed, pasar keuangan global tetap waspada terhadap perkembangan selanjutnya.(*)
Artikel Terkait
UKK 2025, Rahasia Sukses Lulusan SMK Bersaing di Dunia Kerja!
Tarif AS Bikin Warga China Cemas Kehilangan Pekerjaan, Indonesia Kena Imbasnya!
Jumlah PMI Laki-Laki Capai Dua Kali Lipat Perempuan di 2024, Sektor Informal Masih Mendominasi
Potret Demografi Pekerja Migran Indonesia 2024, Didominasi Lulusan SMA dan Status Menikah
8 Negara Tujuan dan Lowongan Terbanyak bagi Pekerja Migran Indonesia di 2024
Waspada Ancaman PHK Massal! Pemerintah Bentuk Satgas Lindungi Pekerja Hadapi Tarif Trump
Harga Emas Antam Hari Ini 18 April 2025 Turun Rp10.000! Saatnya Beli Emas Murah?
Caregiver dan Asisten Rumah Tangga Dominasi Pekerjaan PMI, Lowongan Capai Ratusan Ribu pada 2024
Pengaduan PMI Sepanjang 2024 Capai Ribuan Kasus, Mei Jadi Bulan Tertinggi
Malaysia Jadi Negara dengan Pengaduan Terbanyak dari Pekerja Migran Indonesia Sepanjang 2024