Naker.news - Kabar kurang enak nih buat dunia ekspor kita. Tarif impor Amerika untuk produk Indonesia resmi naik, bahkan bisa tembus sampai 47%! Ini bikin banyak pelaku usaha mulai was-was.
Pemerintah sendiri lagi usaha keras supaya tarif ini bisa ditekan dan nggak memberatkan produk kita di pasar AS.
Presiden Donald Trump sempat ngumumin kalau ada tarif dasar impor baru sebesar 10% buat hampir semua negara. Nah, khusus buat Indonesia, sebenarnya ada tambahan tarif resiprokal sampai 32%.
Tapi, untungnya, penerapannya sempat ditunda 90 hari sejak 9 April. Meski begitu, tarif impor Amerika untuk produk Indonesia tetap bisa bikin produk kita makin berat bersaing, terutama di sektor garmen dan tekstil.
Kenapa Tarif Impor Bisa Naik Segitu?
Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, tarif ini nambah di atas tarif sebelumnya. Misal, produk garmen yang dulu sudah kena tarif 37%, sekarang bisa tembus 47% setelah ditambah 10% lagi. Kasihan, kan? Produk-produk lain kayak alas kaki, furnitur, dan udang juga kena imbasnya.
Airlangga bilang, saat ini pemerintah lagi negosiasi biar tarif ini lebih adil. Soalnya, negara pesaing kayak Vietnam dan Kamboja dapat perlakuan lebih ringan. Kalau dibiarkan, produk kita bisa makin kalah saing, padahal ekspor lagi dibutuhin buat dorong ekonomi.
Produk Apa Saja yang Kena Dampaknya?
Yang paling terasa itu produk garmen, alas kaki, tekstil, furnitur, sampai hasil laut kayak udang. Semua sektor ini padahal jadi andalan ekspor kita ke Amerika. Kenaikan tarif bikin harga jual di sana jadi lebih mahal, otomatis konsumen Amerika bisa pilih produk dari negara lain yang lebih murah.
Baca juga: Indonesia Tawarkan 10 Jurus Rahasia ke AS Agar Trump Turunkan Tarif Impor! - Naker.news
Nggak cuma itu, industri dalam negeri juga bisa ketar-ketir. Kalau ekspor seret, produksi bisa menurun dan ujung-ujungnya ancam tenaga kerja. Makanya, negosiasi sama Amerika ini penting banget buat melindungi ekonomi nasional.
Airlangga Minta Tarif Diberlakukan Adil
Pemerintah lewat Airlangga dan tim ekonomi lagi push diplomasi keras ke Amerika. Targetnya jelas: minta tarif buat produk Indonesia bisa diperlakukan lebih adil, minimal sama kayak negara-negara Asia Tenggara lain.
Indonesia juga bakal gencar promosiin produk berkualitas dan diversifikasi pasar ekspor, supaya nggak bergantung banget ke AS. Karena kalau cuma ngandelin satu pasar dan tarif kayak gini terus naik, bisa bahaya buat jangka panjang.(*)
Artikel Terkait
Tarif AS Bikin Warga China Cemas Kehilangan Pekerjaan, Indonesia Kena Imbasnya!
Ngeri! 1,2 Juta Pekerja RI Terancam PHK Gara-Gara Tarif Trump, Industri Tekstil & Sepatu Paling Parah!
Trump Kenakan Tarif Impor 32% ke Indonesia, CORE Ungkap Alasan di Balik Kebijakan Ini
Ancaman Tarif 32 Persen dari Trump, Indonesia ‘Serahkan Diri’ dengan Belanja Gila-Gilaan
Nissan Ketar-Ketir Gara-Gara Tarif Impor AS, Produksi Rogue Dipangkas, Ribuan Karyawan Kena Imbas
Waspada Ancaman PHK Massal! Pemerintah Bentuk Satgas Lindungi Pekerja Hadapi Tarif Trump
Tarif Impor Trump ke Indonesia Naik Jadi 47 Persen! Tekstil & Garmen Terancam, Apa Strategi Pemerintah?
Airlangga Ungkap Strategi RI Hadapi Tarif Impor Trump, Tambah Impor AS hingga Insentif Perusahaan!
Trump Tiba-Tiba Mau Turunin Tarif Impor Cina? TikTok dan Perang Dagang Jadi Taruhannya!
Indonesia Tawarkan 10 Jurus Rahasia ke AS Agar Trump Turunkan Tarif Impor!