Naker.news Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut program makan bergizi yang diluncurkan pemerintah telah meningkatkan kehadiran siswa secara signifikan.
Program ini dinilai berhasil mendorong anak-anak dari berbagai daerah, termasuk pelosok, untuk lebih semangat datang ke sekolah setiap hari.
Menurut Dadan, sebelum program ini diterapkan, angka kehadiran siswa di sejumlah wilayah hanya berkisar 70 persen, namun kini melonjak menjadi 95 persen lebih.
Hal ini membuktikan bahwa kebijakan makan bergizi tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga secara langsung memengaruhi kualitas pendidikan anak-anak.
Baca juga: Harga BBM Pertamina Turun 1 Juni 2025
Dampak Positif di Sekolah-Sekolah Terpencil
Dadan mencontohkan daerah-daerah terpencil seperti Papua dan Sumba yang merasakan langsung perubahan pola kehadiran siswa sejak program berjalan.
Di Papua, seorang nenek mengaku tidak lagi harus membangunkan cucunya, karena sang cucu kini berinisiatif bangun sendiri demi datang ke sekolah.
Semangat anak-anak juga meningkat karena mereka tahu akan mendapatkan makanan bergizi yang selama ini sulit mereka peroleh di rumah.
Program ini juga dinilai mampu mengurangi beban keluarga dalam menyediakan asupan sehat sehari-hari bagi anak-anak usia sekolah.
Baca juga: Impor Ilegal Ancam Industri Tekstil 3 Juta Pekerja Terancam PHK
Investasi Jangka Panjang SDM
Kepala BGN menegaskan bahwa makan bergizi adalah bentuk investasi penting untuk membangun sumber daya manusia unggul di masa depan.
Program ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mencetak generasi emas 2045 yang sehat, cerdas, dan produktif secara berkelanjutan.
Dampak jangka panjang dari program ini akan terasa melalui peningkatan kualitas belajar, konsentrasi, dan semangat belajar anak-anak.
Namun, Dadan juga menekankan bahwa manfaat langsungnya sudah dapat dilihat dari perubahan perilaku anak terhadap kehadiran sekolah.