Naker.news Program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang digagas pemerintah mengalami peningkatan signifikan dari sisi cakupan dan jumlah penerima manfaat.
Per Mei 2025, program ini telah menjangkau 4,4 juta penerima manfaat melalui 1.583 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) di seluruh Indonesia.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut peningkatan tersebut terjadi hanya dalam waktu lima bulan sejak program diluncurkan.
Pada peluncuran awal Januari 2025, MBG baru dilayani oleh 190 SPPG di 26 provinsi dan hanya mencakup 300 hingga 400 orang penerima manfaat.
Baca juga: Honorer R2 dan R3 Siap Demo Besar di Jakarta, Tuntut Kepastian PPPK Paruh Waktu
Target 20 Juta Penerima pada Agustus
Dadan memproyeksikan jumlah penerima manfaat MBG dapat mencapai 20 juta orang pada Agustus 2025 mendatang.
Kelompok sasaran meliputi siswa PAUD hingga SMA, santri, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita di seluruh provinsi.
Percepatan cakupan dipandang realistis seiring bertambahnya jumlah SPPG dan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah.
Program ini diharapkan mampu menanggulangi permasalahan gizi kronis dan memperkuat fondasi SDM Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Ribuan Honorer PPPK Tahap 2 Siap Diangkat Juni 2025, Cek Jadwal dan Ketentuannya Sekarang
Dampak Nyata di Lapangan
Program MBG mencatatkan dampak jangka pendek berupa meningkatnya angka kehadiran siswa secara signifikan di berbagai daerah.
Menurut Dadan, kehadiran siswa yang sebelumnya hanya mencapai 70 hingga 75 persen kini melonjak menjadi sekitar 95 persen.
Kondisi ini menunjukkan bahwa insentif makan bergizi mendorong semangat belajar anak, terutama di daerah tertinggal dan rawan gizi.
Dalam salah satu kisah inspiratif, seorang nenek di Papua mengaku cucunya kini lebih semangat bersekolah sejak ada program MBG.