Naker.news - Sekolah Rakyat digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya strategis memuliakan keluarga miskin melalui akses pendidikan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa program ini menyasar anak-anak dari keluarga termiskin agar tidak putus sekolah.
Program ini ditujukan untuk keluarga dalam Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan prioritas pada kategori miskin ekstrem.
"Presiden ingin memuliakan keluarga miskin dan mendorong supaya wong cilik bisa berkontribusi dalam Indonesia Emas 2045." ujar Gus Ipul, Senin (30/6/2025).
Setiap gedung Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahun ajaran 2025-2026.
Baca juga: Viral CPNS 2025 Sudah Dibuka tapi Ternyata Cuma Hoaks
Kurikulum Khusus untuk Anak Miskin
Menurut Saifullah Yusuf, kurikulum Sekolah Rakyat dirancang berbeda dan spesifik untuk anak-anak dari latar belakang ekonomi sulit. Pendekatannya bersifat praktis dan kontekstual, menyasar penguatan talenta dan karakter siswa.
Gedung yang digunakan bersifat sementara, namun telah memenuhi syarat kelayakan penyelenggaraan sekolah. Program ini disebut sebagai rintisan, untuk dievaluasi efektivitasnya ke depan.
Baca juga: Disnaker Bandung Buka 300 Lowongan di Job Fair Rancaekek
Kriteria dan Syarat Penerimaan
Penerimaan calon siswa Sekolah Rakyat diutamakan bagi keluarga dalam Desil 1 (10% termiskin) dan Desil 2 (11-20%). Bila kuota belum terpenuhi, akan diperluas ke Desil 3.
Calon siswa wajib menyertakan pernyataan dari orang tua/wali bahwa mereka akan menyelesaikan pendidikan dan tidak akan putus sekolah selama mengikuti program.
Pendaftaran Sekolah Rakyat dilaksanakan secara terpusat melalui koordinasi Kemensos, dengan bantuan pengolahan data dari Bappenas dan instansi lain.
Baca juga: Kerja Fleksibel untuk ASN Diresmikan, Ini Dampaknya ke Layanan Publik
Langkah Menuju Indonesia Emas
Program ini merupakan bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045, yang menempatkan sumber daya manusia sebagai pondasi utama. Prabowo menilai keterlibatan wong cilik sebagai syarat mutlak keberhasilan masa depan bangsa.
Artikel Terkait
Sekolah Swasta Harus Gratis, MK: Jangan Biarkan Anak Putus Sekolah karena Biaya
Sekolah Rakyat vs Sekolah Negeri, Mana yang Lebih Berpihak ke Rakyat Miskin?
Arah Baru Pendidikan: Sekolah Rakyat Didukung Internet Cepat Nasional
Sekolah Rakyat Dibuka di 200 Lokasi, Target 20.000 Siswa
100 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi 14 Juli, Fokus Orientasi dan Asrama
Sekolah Rakyat Dikebut, Pemerintah Fokus Pendidikan Anak Miskin
Anak Miskin Dapat Sekolah Setara Elite, Fasilitas Lengkap Hingga Laptop
Pelucuran Gerakan 1000 Anak Putus Sekolah (APS) SMK Berdaya lewat Program PKK dan PKW
Sekolah Swasta Gratis Dibuka di Depok, Ini Cara Daftar dan Syaratnya