Naker.news - Pemerintah akan mengoperasikan sekolah rakyat mulai tahun ajaran 2025/2026. Sekolah ini menawarkan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu dengan sistem asrama.
Salah satu inovasi utamanya adalah penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk pemetaan potensi siswa secara individual.
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Mohammad Nuh menjelaskan bahwa AI akan membantu guru memahami karakter dan bakat siswa sejak awal.
"Dampaknya luar biasa, dan tiap anak Sekolah Rakyat akan dipetakan talentanya." ujarnya. Sistem ini dikembangkan bersama pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar, dan akan digunakan secara gratis.
Penggunaan AI diyakini membuat proses pembelajaran lebih personal dan efektif. Hal ini sekaligus menggantikan model pendidikan generik yang menyamaratakan kebutuhan anak di kelas.
Tanpa Tes Akademik, Andalkan Verifikasi
Pendaftaran Sekolah Rakyat hanya mensyaratkan verifikasi administratif dan pemeriksaan kesehatan, tanpa tes akademik. Hal ini menjadi bagian dari pendekatan pendidikan berbasis pemetaan potensi, bukan penilaian kognitif semata.
"Lewat pemetaan potensi berbasis AI ini, dapat diketahui siapa yang jenius dan di bidang apa." kata Ary Ginanjar. Menurutnya, sistem ini mengacu pada penelitian Nebraska University yang menunjukkan peningkatan potensi hingga 744 persen.
Kementerian Sosial sebagai penanggung jawab program ini juga meluncurkan aplikasi Manajemen Talenta. Aplikasi ini dirancang untuk memetakan gaya belajar, minat karier, hingga kebutuhan emosional siswa.
Renovasi dan Persiapan Tahap Dua
Pemerintah menargetkan 200 sekolah rakyat akan beroperasi tahun ini. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa renovasi 200 titik tahap I sudah mencapai 83 persen. Di Jakarta Timur, progres renovasi bahkan menyentuh 92 persen.
Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 mendorong percepatan penyediaan sarana pendidikan bermutu bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kementerian PU mengalokasikan sekitar Rp1 triliun untuk tahap I dan sedang memverifikasi lokasi untuk tahap II.
Tantangan utama dalam pembangunan adalah pengadaan meubelair yang harus disesuaikan atau customize, sehingga menyerap waktu lebih lama dari konstruksi fisik.
"Untuk mempercepat tahap II, pengadaan meubelair bahkan kami mulai lebih awal." jelas Dody.
Artikel Selanjutnya
Bukan Sekolah Biasa! 100 Sekolah Rakyat Siap Angkat Warga dari Jurang Kemiskinan
Editor: Wisnu Kuncoro Ardianto
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Bukan Sekolah Biasa! 100 Sekolah Rakyat Siap Angkat Warga dari Jurang Kemiskinan
Pramono Pastikan KJP Aman untuk Siswa Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat vs Sekolah Negeri, Mana yang Lebih Berpihak ke Rakyat Miskin?
Sekolah Rakyat Siap Dukung Hilirisasi, Pemda Diminta Aktif
Sekolah Rakyat Butuh Lahan 10 Hektare, Kemensos Minta Pemda Siap
Arah Baru Pendidikan: Sekolah Rakyat Didukung Internet Cepat Nasional
Sekolah Rakyat Dibuka di 200 Lokasi, Target 20.000 Siswa
100 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi 14 Juli, Fokus Orientasi dan Asrama
Sekolah Rakyat Dikebut, Pemerintah Fokus Pendidikan Anak Miskin
Lokasi Sekolah Rakyat Mencapai 100 Titik, Gus Ipul Panggil Masyarakat Awasi