Naker.news - Bandung, 18 September 2025 , Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Pullman Bandung, Kamis (18/9). Forum ini menjadi ajang penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi, merumuskan arah kebijakan baru, serta memperkuat soliditas anggota di tengah dinamika ekonomi, perkembangan teknologi, dan tantangan industri alih daya nasional.
Acara yang diikuti hampir 200 peserta ini dibuka dengan laporan Ketua Panitia, Ndinta Herry Pramana, S.E., M.H. Tingginya partisipasi, menurutnya, mencerminkan komitmen anggota dalam memperkuat peran ABADI di industri alih daya.
Fokus pada Perubahan AD/ART
Ketua Umum ABADI periode 2025–2027, Mira Sonia, S.Psi., M.H., M.M., menegaskan bahwa Munaslub ini bukan untuk mengganti kepengurusan, melainkan membahas perubahan Anggaran Dasar, khususnya masa jabatan kepengurusan. Forum juga menjadi ruang untuk menetapkan program kerja strategis sekaligus memperkuat sinergi antaranggota.
Dalam sambutannya, Mira menekankan pentingnya memandang outsourcing secara lebih objektif.
“Jika dilaksanakan dengan baik, benar, dan disertai pengawasan bersama, outsourcing akan membawa manfaat besar bagi bangsa, meningkatkan kesejahteraan pekerja, serta membantu menurunkan angka pengangguran,” ujarnya.
Dukungan dari Pemerintah
Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker, Dra. Indah Anggoro Putri, M.Bus., dalam keynote speech menegaskan bahwa ABADI memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas, kepatuhan hukum, serta daya saing menuju Indonesia Emas 2045. Ia berharap ABADI dapat menjadi center of excellence sektor alih daya, menjunjung tinggi etika bisnis, dan melindungi pekerja.
Diskusi dengan Pemangku Kepentingan
Untuk memperkaya perspektif, Munaslub menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, antara lain C. H. Widianto (Kemenaker), Anne Patricia Sutanto (LKS Tripartit Unsur Pengusaha), Afif Johan (LKS Tripartit Unsur Serikat Pekerja), dan Lusiani Julia (ILO). Diskusi yang dipandu Yanuar Efendi berlangsung dinamis dan membuka ruang dialog konstruktif terkait regulasi, daya saing, peran serikat pekerja, hingga standar ketenagakerjaan internasional.
Menetapkan Arah Baru
Ketua Steering Committee, R. Wisnu Wibowo, menekankan pentingnya forum ini dalam menyerap masukan dari berbagai pihak agar ABADI dapat memainkan peran strategis.