Naker.news - Keterampilan praktis dan karakter tangguh dinilai menjadi bekal utama generasi Z untuk menghadapi persaingan global di dunia kerja. Pesan ini mengemuka dalam seminar bertajuk Strategi Gen Z dalam Menghadapi Dunia Kerja yang digelar Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University bersama Kadin Indonesia di Jakarta (8 Januari 2026).
Seminar ini dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Acara tersebut digelar sebagai respons atas tantangan dunia kerja yang semakin dinamis, ditandai dengan perubahan teknologi, pola industri, dan kebutuhan kompetensi baru yang menuntut kesiapan sejak dini.
Peran Dunia Usaha Menyiapkan Gen Z
Wakil Ketua Umum Bidang Vokasi dan Sertifikasi Kadin Indonesia, Adi Mahfudz Wuhadji, menekankan bahwa dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya mengandalkan ijazah. Menurutnya, keterampilan kerja nyata, mentalitas kuat, dan disiplin tinggi menjadi fondasi penting bagi generasi muda.
Ia menyampaikan bahwa generasi Z perlu membangun karakter tangguh agar mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan global. Pandangan ini sejalan dengan upaya Kadin Indonesia dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional.
Baca juga: Bangun Karir Tanpa Ribet: Bagaimana Learn With Andi Bantu Fresh Graduate Dapat Kerja
Komitmen Kampus pada Kompetensi Mahasiswa
Dari sisi akademik, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, Dr. Erna Febriani, menjelaskan bahwa kampus berkomitmen membekali mahasiswa dengan kompetensi yang terukur. Salah satu langkahnya melalui kewajiban mengikuti dan lulus uji kompetensi standar nasional.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan saat memasuki dunia kerja. Universitas Esa Unggul menilai sinergi antara pendidikan tinggi dan dunia industri menjadi kunci dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan.
Baca juga: Jangan Tunggu Besar Gaji: Tips Cerdas Atur Uang Sekarang Juga
Magang dan Teknologi Jadi Penekanan
Wakil Ketua Komisi Tetap Penjamin Mutu Sertifikasi Profesi Kadin Indonesia, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, menyoroti pentingnya program pemagangan sebagai sarana belajar langsung di dunia kerja. Ia menyebut pengalaman praktis menjadi pelengkap penting pendidikan formal.
Selain itu, penguasaan teknologi seperti Artificial Intelligence dan Machine Learning dinilai semakin relevan. Menurutnya, generasi Z perlu terus mengembangkan kemampuan agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berubah.
Baca juga: Hanya 40 Persen Pekerja di Indonesia Masuk Sektor Formal, Kenapa?
Mindset Karier dan Antusiasme Peserta
Direktur Utama PT Java Sinergi Utama sekaligus CEO Naker News, Asep Rinda Kramawijaya, mengajak mahasiswa membangun pola pikir sebagai karyawan unggul maupun calon wirausaha. Sementara itu, Direktur Prima Sukses Solusindo, Felicia Kastary, memaparkan alternatif jalur karier dan strategi praktis untuk berkembang di industri.
Diskusi berlangsung interaktif dengan moderator Kepala biro Kerjasama Universitas Esa unggul sekaligus Wakil komite tetap kerjasama bidang Vokasi dan sertifikasi Kadin Indonesia Dr. Ayu Larasati . Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan terkait strategi memasuki dunia kerja, magang, hingga peluang karier di sektor industri.
Baca juga: Modal Kecil, Untung Besar: Bisnis Online di 2026 dengan Dukungan Bank Digital