Naker.news - Pemerintah menargetkan pembangunan 50 ribu rumah subsidi bagi buruh dan pekerja hingga akhir 2025. Program ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP), serta Badan Pusat Statistik (BPS).
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan, target awal penyediaan 20 ribu unit direvisi menjadi 50 ribu unit. “Perubahan target ini dilakukan seiring tingginya minat pekerja terhadap program tersebut,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Baca juga: Rahasia Kerja di Korea Selatan Lewat Jalur Resmi, Gaji Jutaan! - Naker.news
Program untuk Buruh dan Pekerja
Menurut Yassierli, penyediaan rumah subsidi bukan hanya membantu buruh memiliki hunian layak, tetapi juga membuka peluang kerja baru. Program ini melibatkan berbagai sektor, mulai dari industri bahan bangunan hingga jasa konstruksi.
“Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun ekonomi rakyat dan membuka lapangan kerja. Ini menjadi sesuatu yang menggembirakan bagi kita,” kata Yassierli.
Baca juga: Jepang Buka Pintu Lebar untuk Pekerja Asing Mulai 2027, Siap-Siap Hijrah! - Naker.news
Dukungan Kebijakan Presiden
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, program rumah subsidi merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo yang menaikkan kuota rumah subsidi nasional dari 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit.
Pemerintah juga memberikan sejumlah insentif, antara lain pembebasan PPN untuk rumah di bawah Rp2 miliar, pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pembebasan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Kebijakan ini adalah bentuk intervensi negara yang efektif,” ujar Maruarar.
Baca juga: Hati-Hati Terjebak! 6 Kesalahan Umum TKI Pemula Saat Pertama Kali Berangkat - Naker.news
Jadwal Pembangunan Rumah
Maruarar menambahkan, pembangunan tahap awal sebanyak 25 ribu unit akan dimulai September 2025. Sisanya ditargetkan selesai pada Desember 2025, sehingga total 50 ribu unit rumah subsidi dapat terbangun.
“Bulan depan kami akan meluncurkan pembangunan 25 ribu rumah, dan pada Desember 2025 total 50 ribu unit akan terbangun, mayoritas untuk buruh dan pekerja,” ungkapnya.
Penandatanganan Kerja Sama
Penandatanganan kerja sama penyediaan rumah subsidi dilakukan oleh Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati, dan Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono. Kolaborasi ini diyakini menjadi langkah strategis untuk mengatasi backlog perumahan sekaligus meningkatkan kesejahteraan buruh dan pekerja.
Maruarar menilai program rumah subsidi juga bisa memperbaiki kondisi hunian tidak layak melalui bantuan stimulan, penataan kawasan kumuh, serta pembangunan prasarana permukiman.
Artikel Terkait
Biar Nggak Ketipu Bos, Ini Hak Pekerja yang Wajib Kamu Tahu
Panduan Kerja di Luar Negeri untuk Lulusan SMA, Dijamin Aman!
Kerja Kantoran Tapi Gaji Nanggung? Coba Jadi Affiliator Online Sambil Ngantor!
Kerja Santai Tapi Cuan Jalan! Kenalan dengan Program Shopee Affiliate
Step by Step Jadi AI Prompter: Skill Sederhana, Gaji Fantastis
Mau Karier di Dunia Farmasi? Kalbe Farma Buka Peluang Lewat Kalventis!
Merdeka Punya Rumah! BRI Gelar Consumer Expo 2025 di Bandung dengan Promo Fantastis
Awas! Duduk Lama Sama Bahayanya dengan Merokok? Waspada Untuk Pekerja Kantoran
Sri Mulyani: Kenaikan Gaji PNS Ditunda, APBN Dipakai untuk MBG dan Sekolah Rakyat
BRI Hadir di Taipei: Solusi Cepat untuk Kirim Uang ke Keluarga di Tanah Air