Naker.news - Isu soal kebijakan tambahan impor pangan dari AS bikin publik bertanya-tanya, apakah langkah ini bakal mengganggu program swasembada pangan?
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso langsung angkat suara untuk meluruskan kabar tersebut.
Menurut Mendag, produk yang diimpor dari Amerika Serikat nggak bakal bentrok sama komoditas swasembada seperti beras. Katanya sih, jenis produknya beda dan cuma untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Jadi, nggak perlu panik dulu, guys!
Masih dalam Tahap Finalisasi, Sabar Dulu
Mendag Budi juga menjelaskan kalau saat ini kebijakan impor tersebut masih digodok bareng kementerian dan lembaga lainnya. Meski pihaknya udah siap dengan daftar komoditas yang bakal diimpor, detailnya belum bisa dibocorin ke publik.
Rencananya, kebijakan ini akan difinalisasi dalam waktu dua bulan ke depan. “Strategi lengkapnya masih akan dibahas, jadi tunggu aja update resminya,” ujar Budi. Intinya, prosesnya masih panjang dan semua pihak sedang berhati-hati supaya nggak mengganggu produksi lokal.
Bukan Cuma Impor, Ini Soal Kerja Sama Dagang
Sebelumnya, ada pertemuan penting antara pemerintah Indonesia dan sejumlah pejabat top dari Amerika Serikat. Mulai dari Secretary of State, USTR, sampai Secretary of Commerce dan Treasury. Topiknya nggak cuma soal impor pangan, tapi juga kerja sama dagang yang lebih luas dan saling menguntungkan.
Menko Airlangga juga menegaskan, Amerika merespons positif dan siap melanjutkan negosiasi teknis dalam waktu 60 hari. Salah satu poin pentingnya adalah soal perdagangan yang adil dan berimbang, termasuk peluang ekspor energi dan produk pertanian Indonesia ke pasar AS.
Baca juga: Prospek IPO 2025, Ketar-Ketir di Tengah Perang Dagang AS-China - Naker.news
Kalau dirangkum, tambahan impor pangan dari AS ini bukan ancaman buat swasembada pangan, tapi bagian dari strategi dagang yang lebih besar. Pemerintah juga janji bakal tetap utamakan perlindungan petani dan produksi lokal. Kita tunggu aja hasil negosiasinya, ya!(*)
Artikel Terkait
Trump Tiba-Tiba Mau Turunin Tarif Impor Cina? TikTok dan Perang Dagang Jadi Taruhannya!
Komunitas Otomotif Bisa Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kreatif RI, Ini Ajakannya Bamsoet!
Xi Jinping Serukan Persatuan Asia Lawan Dominasi AS, ASEAN Diajak Kompak!
UMKM Kalbar Makin Cuan Berkat Digitalisasi Pembayaran! QRIS dan Eastpos Jadi Game Changer
Telkom Catat Pendapatan Rp150 Triliun! Transformasi Digital & 5 Bold Moves Jadi Kunci Sukses
MUF Tetap Ngebut! Pembiayaan Tembus Rp5,7 Triliun Meski Industri Otomotif Lagi Lesu
DMAS Bukukan Rp466 Miliar di Kuartal I 2025, Penjualan Lahan Data Center Jadi Andalan StockWatch
Bahan Bakar Hidrogen PLN Cuma Rp 276/Km, Lebih Murah dari Bensin dan Listrik!
Simulasi Tes BUMN 2025 Error? Tenang, Ini Solusi FHCI Biar Kamu Gak Panik!
Driver Ojol Teriak Boncos! Skema Grab Hemat Dinilai Bikin Orderan Sepi dan Pendapatan Seret