Minggu, 19 April 2026

Impor Pangan dari AS Bikin Panik? Mendag Bilang, Tenang, Swasembada Tetap Aman!

Photo Author
Wisnu Kuncoro, Naker.news
- Senin, 21 April 2025 | 05:05 WIB
Isu soal kebijakan tambahan impor pangan dari AS bikin publik bertanya-tanya, apakah langkah ini bakal mengganggu program swasembada pangan (foto: Naker.news/ChatGPT)
Isu soal kebijakan tambahan impor pangan dari AS bikin publik bertanya-tanya, apakah langkah ini bakal mengganggu program swasembada pangan (foto: Naker.news/ChatGPT)

Naker.news - Isu soal kebijakan tambahan impor pangan dari AS bikin publik bertanya-tanya, apakah langkah ini bakal mengganggu program swasembada pangan?

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso langsung angkat suara untuk meluruskan kabar tersebut.

Menurut Mendag, produk yang diimpor dari Amerika Serikat nggak bakal bentrok sama komoditas swasembada seperti beras. Katanya sih, jenis produknya beda dan cuma untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Jadi, nggak perlu panik dulu, guys!

Masih dalam Tahap Finalisasi, Sabar Dulu

Impor Pangan dari AS Bikin Panik Mendag Bilang, Tenang, Swasembada Tetap Aman (foto: viva)

Mendag Budi juga menjelaskan kalau saat ini kebijakan impor tersebut masih digodok bareng kementerian dan lembaga lainnya. Meski pihaknya udah siap dengan daftar komoditas yang bakal diimpor, detailnya belum bisa dibocorin ke publik.

Rencananya, kebijakan ini akan difinalisasi dalam waktu dua bulan ke depan. “Strategi lengkapnya masih akan dibahas, jadi tunggu aja update resminya,” ujar Budi. Intinya, prosesnya masih panjang dan semua pihak sedang berhati-hati supaya nggak mengganggu produksi lokal.

Baca juga: Airlangga Ungkap Strategi RI Hadapi Tarif Impor Trump, Tambah Impor AS hingga Insentif Perusahaan! - Naker.news

Bukan Cuma Impor, Ini Soal Kerja Sama Dagang

Sebelumnya, ada pertemuan penting antara pemerintah Indonesia dan sejumlah pejabat top dari Amerika Serikat. Mulai dari Secretary of State, USTR, sampai Secretary of Commerce dan Treasury. Topiknya nggak cuma soal impor pangan, tapi juga kerja sama dagang yang lebih luas dan saling menguntungkan.

Menko Airlangga juga menegaskan, Amerika merespons positif dan siap melanjutkan negosiasi teknis dalam waktu 60 hari. Salah satu poin pentingnya adalah soal perdagangan yang adil dan berimbang, termasuk peluang ekspor energi dan produk pertanian Indonesia ke pasar AS.

Baca juga: Prospek IPO 2025, Ketar-Ketir di Tengah Perang Dagang AS-China - Naker.news

Kalau dirangkum, tambahan impor pangan dari AS ini bukan ancaman buat swasembada pangan, tapi bagian dari strategi dagang yang lebih besar. Pemerintah juga janji bakal tetap utamakan perlindungan petani dan produksi lokal. Kita tunggu aja hasil negosiasinya, ya!(*)

Editor: Wisnu Kuncoro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X