Ia menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan besar bagi keuangan negara yang harus dicarikan solusi bersama.
"Banyak di media sosial saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya nggak besar, ini salah satu tantangan bagi keuangan negara," ujar Sri Mulyani saat itu.
Baca juga: Resmi! KBRI Singapura Buka Lowongan untuk WNI, Gaji Menarik dan Kontrak 2 Tahun - Naker.news
Tantangan Pembiayaan Guru dan Dosen
Lebih lanjut, Sri Mulyani mempertanyakan apakah seluruh pembiayaan guru dan dosen harus ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau bisa dibantu lewat partisipasi masyarakat.
Pertanyaan itu menjadi refleksi atas besarnya beban anggaran pendidikan yang harus dipenuhi negara setiap tahunnya.
"Apakah semuanya harus keuangan negara ataukah ada partisipasi dari masyarakat," kata Sri Mulyani.
Klarifikasi dari Kemenkeu ini diharapkan dapat meluruskan kabar yang beredar agar publik tidak terjebak dalam informasi palsu yang dapat menyesatkan opini masyarakat.(*)
Artikel Terkait
Hoaks atau Fakta? Isu Kenaikan Gaji PNS 16 Persen Hebohkan Publik
LinkedIn & Business Insider Ungkap: Profesi Paling Hot di Era AI, Kamu Siap?
Sri Mulyani: Kenaikan Gaji PNS Ditunda, APBN Dipakai untuk MBG dan Sekolah Rakyat
Kabar Baik! 50 Ribu Rumah Subsidi Siap Dibangun untuk Buruh dan Pekerja
Resmi! KBRI Singapura Buka Lowongan untuk WNI, Gaji Menarik dan Kontrak 2 Tahun
Resmi! PT KAI Buka 7 Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 hingga S1, Cek Syaratnya!
Meski Sering Didemo LSM, Tambang AOC Jadi Penyelamat Warga OKU dari Pengangguran