Naker.news - Dolar AS anjlok ke level terendah dalam tiga tahun setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan keinginannya untuk memecat Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Pernyataan Trump ini memicu kekhawatiran global tentang independensi bank sentral AS dan mengguncang pasar keuangan dunia.
Trump vs Powell: Drama Politik Bikin Dolar Goyah
Presiden Trump barubaru ini menyatakan bahwa pemecatan Jerome Powell "tidak bisa datang cukup cepat", menandakan ketidaksabarannya terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang dianggapnya terlalu lambat dalam merespons kondisi ekonomi.
Meskipun secara hukum sulit untuk memecat Ketua The Fed tanpa alasan yang sah, pernyataan ini cukup untuk mengguncang kepercayaan pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter AS.
Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mengonfirmasi bahwa tim Trump sedang mengeksplorasi kemungkinan hukum untuk memberhentikan Powell.
Langkah ini menimbulkan kekhawatiran bahwa independensi The Fed bisa terancam, yang pada akhirnya dapat merusak kredibilitas kebijakan moneter AS di mata investor global.
Dolar AS Terpuruk, Mata Uang Lain Menguat
Akibat ketidakpastian ini, indeks dolar AS turun ke 98,28, level terendah dalam tiga tahun terakhir. Dolar juga melemah terhadap mata uang utama lainnya: euro naik ke $1,153, level tertinggi sejak 2021; yen Jepang menguat ke 140,63 per dolar; dan franc Swiss mencapai 0,80695 per dolar, posisi terkuat dalam satu dekade.
Baca juga: Trump Vs The Fed, Drama Suku Bunga yang Bikin Pasar Deg-degan! - Naker.news
Kondisi ini membuat investor global menarik dana dari asetaset AS, beralih ke mata uang dan aset yang dianggap lebih aman. Ketidakpastian kebijakan moneter dan perdagangan AS di bawah pemerintahan Trump menjadi faktor utama di balik pergeseran ini.
Pasar Global Gelisah, Ancaman Resesi di Depan Mata
Ketegangan antara Trump dan Powell tidak hanya memengaruhi pasar valuta asing, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi resesi global. Senator Elizabeth Warren memperingatkan bahwa jika Trump berhasil memecat Powell, pasar AS bisa mengalami kehancuran besar.
Baca juga: Harvard vs Trump: Kampus Elite Amerika Tantang Ancaman Pemotongan Dana Rp36 Triliun - Naker.news
Selain itu, kebijakan tarif tinggi yang diterapkan Trump terhadap China dan negara lain telah memicu perang dagang yang memperburuk sentimen pasar. Kombinasi antara ketidakpastian kebijakan moneter dan perdagangan ini menciptakan badai sempurna yang dapat mengguncang ekonomi global dalam waktu dekat.(*)
Artikel Terkait
Geger! Gaji Dipotong Rp 10.000 Gara-gara Shalat Jumat, Ini Dugaan Pelanggaran Jan Hwa Diana di UD Sentosa Seal
Tergiur Investasi Online, Karyawan Waralaba di Muba Gelapkan Rp32 Juta Uang Perusahaan
AS Sentil Indonesia: QRIS Bikin Ribet, Impor Susah, Mangga Dua Disebut Sarang Bajakan!
Tabungan Emas Melejit! Transaksi di Pegadaian Tembus Rp1,5 Triliun per Hari, Harga Emas Sentuh Rekor Tertinggi!
Indonesia Desak Bebas Tarif Trump untuk Produk Elektronik Rumah Tangga, Mesin Cuci & Kulkas Jadi Taruhan!
Geger! 700 Dosen CPNS 2024 Pilih Mundur Massal, Tolak Gaji dan Tunjangan PNS Sampai Puluhan Juta demi Alasan Ini
China Geram! Peringatkan Negara Lain Jangan Korbankan Hubungan Demi Kesepakatan Dagang dengan AS
Spesial Hari Kartini! Perempuan Bisa Naik Transjakarta, MRT, dan LRT Gratis Seharian
Mangga Dua Disorot AS! Pusat Grosir Legendaris Ini Dituding Jadi Sarang Barang Bajakan
2 Bisnis Jasa yang Paling Dicari 2025, Modal Minim Untung Maksimal!