Naker.news - Pemerintah Indonesia lagi serius berunding dengan Amerika Serikat soal aturan dagang yang dirasa timpang. Salah satu hal yang lagi diperjuangkan: penghapusan tarif Trump untuk produk elektronik rumah tangga alias home appliance buatan Indonesia.
Produk seperti mesin cuci, kulkas, dan televisi buatan lokal saat ini masih kena tarif impor tinggi saat masuk ke pasar AS, bikin harga jualnya jadi kurang bersaing.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, seharusnya produk ini diperlakukan sama seperti ponsel dan semikonduktor yang sudah bebas tarif.
“Ini penting karena industri home appliance menyerap banyak tenaga kerja. Harapannya tarif itu bisa dikaji ulang dan dihapuskan,” kata Airlangga saat konferensi pers di Washington DC, Jumat (18/4).
Kenapa Home Appliance Penting di Indonesia?
Industri home appliance Indonesia bukan cuma soal produksi barang elektronik, tapi juga menyangkut jutaan orang yang bekerja di baliknya.
Pabrik-pabrik di berbagai wilayah, dari Jawa Barat hingga Jawa Timur, jadi pusat produksi alat rumah tangga yang kualitasnya udah nggak kalah dari brand global. Produk-produk seperti blender, AC, rice cooker, sampai TV LED semuanya diproduksi di dalam negeri.
Dengan permintaan ekspor yang terus naik, pasar AS jadi target penting buat pertumbuhan industri ini.
Sayangnya, tarif tinggi bikin harga produk kita kalah saing. Kalau negosiasi tarif ini berhasil, Indonesia punya peluang buat nambah kapasitas produksi dan ekspor lebih besar lagi ke Negeri Paman Sam.
Tarif Tinggi = Ancaman Serius buat Lapangan Kerja
Tarif Trump bukan cuma jadi masalah buat pengusaha, tapi juga bisa ngancam stabilitas ekonomi pekerja di sektor manufaktur. Produk elektronik rumah tangga adalah satu dari sedikit sektor yang mampu menyerap tenaga kerja besar.
Pemerintah Indonesia jelas nggak mau sektor ini goyah gara-gara beban pajak dari luar negeri.
Baca juga: Impor Pangan dari AS Bikin Panik? Mendag Bilang, Tenang, Swasembada Tetap Aman! - Naker.news
“Yang kami perjuangkan adalah produk-produk yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja,” jelas Airlangga.
Artikel Terkait
Trump Tiba-Tiba Mau Turunin Tarif Impor Cina? TikTok dan Perang Dagang Jadi Taruhannya!
Komunitas Otomotif Bisa Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kreatif RI, Ini Ajakannya Bamsoet!
Xi Jinping Serukan Persatuan Asia Lawan Dominasi AS, ASEAN Diajak Kompak!
UMKM Kalbar Makin Cuan Berkat Digitalisasi Pembayaran! QRIS dan Eastpos Jadi Game Changer
Telkom Catat Pendapatan Rp150 Triliun! Transformasi Digital & 5 Bold Moves Jadi Kunci Sukses
Bahan Bakar Hidrogen PLN Cuma Rp 276/Km, Lebih Murah dari Bensin dan Listrik!
Simulasi Tes BUMN 2025 Error? Tenang, Ini Solusi FHCI Biar Kamu Gak Panik!
Driver Ojol Teriak Boncos! Skema Grab Hemat Dinilai Bikin Orderan Sepi dan Pendapatan Seret
Impor Pangan dari AS Bikin Panik? Mendag Bilang, Tenang, Swasembada Tetap Aman!
China Siap Perang Dagang, Belanja Negara Digeber Gila-gilaan!