Naker.news - Kawasan Mangga Dua pusat grosir di Jakarta Utara lagi-lagi jadi perbincangan hangat. Soalnya, kawasan legendaris ini masuk dalam laporan Notorious Markets 2025 dari Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR).
AS menyebut barang bajakan Mangga Dua masih marak dan bikin perdagangan internasional terganggu. Waduh!
Walaupun pemerintah Indonesia sudah memperkuat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), ternyata pengawasan di lapangan masih jadi PR besar.
USTR bahkan minta Indonesia untuk lebih tegas lagi, mulai dari memperkuat gugus tugas sampai memperketat kerja sama antar lembaga supaya pembajakan ini bisa ditekan habis-habisan.
Mangga Dua: Dari Kuburan Jadi Pusat Grosir Hits
Sebelum jadi surganya belanja grosir, kawasan Mangga Dua dulunya adalah area pemakaman, lho. Baru di akhir 1980-an, kawasan ini disulap jadi sentra bisnis. Pembangunan Pasar Pagi Mangga Dua dimulai tahun 1987, dengan peresmian pada 1989 oleh Gubernur Wiyogo Atmodarminto. Sejak itu, nama Mangga Dua makin moncer!
Beragam fasilitas lengkap seperti pujasera, bioskop, dan parkiran luas bikin Mangga Dua makin diserbu pembeli.
Produk di sini super lengkap: mulai dari baju, gadget, aksesori, sampai suvenir dari berbagai negara kayak Cina, Korea, dan Thailand. Enggak heran kalau Mangga Dua jadi jujugan para pedagang grosir dan turis belanja.
AS Tuding Barang Bajakan Masih Marak, Indonesia Gercep
Amerika Serikat terang-terangan menyebut barang bajakan Mangga Dua sebagai salah satu masalah besar. Meski sudah ada upaya dari Indonesia, mereka bilang penegakan hukumnya belum maksimal, baik di pasar fisik maupun online.
Indonesia diminta lebih aktif mengawasi dan menindak pelanggaran HKI di lapangan.
Baca juga: 5.800 Km Demi Cuan, Ojol Ini Raup Jutaan Rupiah dari Iklan Berjalan - Naker.news
Menanggapi tudingan itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso gerak cepat. Ia bilang, pengawasan rutin di Mangga Dua terus dilakukan. Bahkan, belum lama ini disita alat pemanas air ilegal senilai Rp 15 miliar dari kawasan tersebut.
Budi juga menegaskan, sanksi tegas bakal dijatuhkan ke perusahaan yang bandel, dari penyitaan barang sampai penutupan usaha.
Siapa Saja di Balik Kesuksesan Mangga Dua?
Di balik gemerlapnya, kawasan Mangga Dua pusat grosir ini ternyata dikelola beberapa pemain besar. Pasar Pagi Mangga Dua dikelola PT Praja Puri Indah, sementara Mangga Dua Mall dan Mangga Dua Square ada di bawah Agung Podomoro Group.
Artikel Terkait
Banyak Sarjana Nganggur! Gibran Bicara Bonus Demografi, Pengamat Kritik Keras Pemerintah
Geger! Gaji Dipotong Rp 10.000 Gara-gara Shalat Jumat, Ini Dugaan Pelanggaran Jan Hwa Diana di UD Sentosa Seal
Tergiur Investasi Online, Karyawan Waralaba di Muba Gelapkan Rp32 Juta Uang Perusahaan
5.800 Km Demi Cuan, Ojol Ini Raup Jutaan Rupiah dari Iklan Berjalan
Geger! 700 Dosen CPNS 2024 Pilih Mundur Massal, Tolak Gaji dan Tunjangan PNS Sampai Puluhan Juta demi Alasan Ini
4 Uang Rupiah Ini Resmi Ditarik dari Peredaran 2025, Buruan Tukar Sebelum Hangus!
Naik Lagi! Produk Indonesia Dihajar Tarif Impor AS Sampai 47%, Ini Dampaknya Buat Ekspor
Grab Disorot Gegara Aksi Ojol, Kemenaker Siap Bikin Aturan Baru untuk Driver Online!
China Geram! Peringatkan Negara Lain Jangan Korbankan Hubungan Demi Kesepakatan Dagang dengan AS
Spesial Hari Kartini! Perempuan Bisa Naik Transjakarta, MRT, dan LRT Gratis Seharian