Naker.news - Pernah dengar soal bonus demografi? Belakangan ini, nama Gibran Rakabuming lagi ramai membahas soal peluang besar ini. Tapi di sisi lain, fakta banyak sarjana menganggur justru bikin miris. Kalau kondisi ini dibiarkan, bukan bonus, malah bisa jadi beban buat Indonesia ke depan.
Dalam video di YouTube pribadinya, Gibran bilang, pada 2030-2045 Indonesia bakal punya 208 juta penduduk usia produktif. Ini katanya momen langka yang enggak bakal terulang. Tapi, kata pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, pemerintah belum serius menyiapkan anak mudanya. Banyak sarjana saja masih menganggur, gimana mau hadapi bonus demografi?
Sarjana Menganggur, Salah Siapa?
Adi Prayitno terang-terangan bilang, banyak sarjana nganggur itu bukan salah mereka. Masalah utamanya, pemerintah belum bisa sediakan cukup banyak lapangan kerja. "Kalau mau jujur, problem pemerintah yang tidak sanggup menyediakan lahan pekerjaan," kata Adi dikutip dari Kompas.com, Sabtu (19/4/2025).
Baca juga: 1.500 Anak Muda Indonesia Dikirim Magang ke Luar Negeri, Menaker, Kalian Duta Bangsa! - Naker.news
Bahkan, lanjut Adi, banyak anak muda yang gagal lanjut kuliah cuma karena masalah biaya. Padahal, S1 itu penting banget buat ningkatin kapasitas dan peluang kerja. Sayang, sistem masih belum kasih kesempatan yang adil buat semua orang.
Pemerintah Harus Turun Tangan
Menurut Adi, bonus demografi itu bakal jadi berkah kalau dari sekarang pemerintah serius bangun SDM muda. Caranya? Mulai dari membuka akses pendidikan tinggi, kasih dukungan biaya, sampai ciptain banyak lapangan kerja baru.
Baca juga: Impor Pangan dari AS Bikin Panik? Mendag Bilang, Tenang, Swasembada Tetap Aman! - Naker.news
Apalagi, banyak anak muda Indonesia tinggal di desa. Kalau desa-desa dikembangkan, anak muda juga bisa berkembang. "Kembangkan desanya sekarang supaya anak muda desa itu berdaya," ujar Adi. Jadi bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal ekonomi dan politik.
Gibran Optimis, Tapi Perlu Aksi Nyata
Di sisi lain, Gibran tetap optimis. Dia menyebut bonus demografi ini adalah peluang emas buat bangsa. Tapi ya, peluang ini butuh kerja keras dari semua pihak, bukan cuma sekadar optimisme di depan kamera.
Kalau mau bonus demografi beneran jadi berkah, bukan kutukan, pemerintah mesti mulai dari sekarang: beresin akses pendidikan, bukain banyak peluang kerja, dan pastikan anak muda Indonesia siap bersaing di dunia yang makin ketat(*)
Artikel Terkait
Trump Tiba-Tiba Mau Turunin Tarif Impor Cina? TikTok dan Perang Dagang Jadi Taruhannya!
Komunitas Otomotif Bisa Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kreatif RI, Ini Ajakannya Bamsoet!
Xi Jinping Serukan Persatuan Asia Lawan Dominasi AS, ASEAN Diajak Kompak!
UMKM Kalbar Makin Cuan Berkat Digitalisasi Pembayaran! QRIS dan Eastpos Jadi Game Changer
Telkom Catat Pendapatan Rp150 Triliun! Transformasi Digital & 5 Bold Moves Jadi Kunci Sukses
Bahan Bakar Hidrogen PLN Cuma Rp 276/Km, Lebih Murah dari Bensin dan Listrik!
Simulasi Tes BUMN 2025 Error? Tenang, Ini Solusi FHCI Biar Kamu Gak Panik!
Driver Ojol Teriak Boncos! Skema Grab Hemat Dinilai Bikin Orderan Sepi dan Pendapatan Seret
Impor Pangan dari AS Bikin Panik? Mendag Bilang, Tenang, Swasembada Tetap Aman!
China Siap Perang Dagang, Belanja Negara Digeber Gila-gilaan!