Minggu, 19 April 2026

Banyak Sarjana Nganggur! Gibran Bicara Bonus Demografi, Pengamat Kritik Keras Pemerintah

Photo Author
Wisnu Kuncoro, Naker.news
- Senin, 21 April 2025 | 13:05 WIB
Gibran bicara bonus demografi di kanal youtube miliknya (foto: tangkapan layar youtube)
Gibran bicara bonus demografi di kanal youtube miliknya (foto: tangkapan layar youtube)

Naker.news - Pernah dengar soal bonus demografi? Belakangan ini, nama Gibran Rakabuming lagi ramai membahas soal peluang besar ini. Tapi di sisi lain, fakta banyak sarjana menganggur justru bikin miris. Kalau kondisi ini dibiarkan, bukan bonus, malah bisa jadi beban buat Indonesia ke depan.

Dalam video di YouTube pribadinya, Gibran bilang, pada 2030-2045 Indonesia bakal punya 208 juta penduduk usia produktif. Ini katanya momen langka yang enggak bakal terulang. Tapi, kata pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, pemerintah belum serius menyiapkan anak mudanya. Banyak sarjana saja masih menganggur, gimana mau hadapi bonus demografi?

Sarjana Menganggur, Salah Siapa?

Adi Prayitno terang-terangan bilang, banyak sarjana nganggur itu bukan salah mereka. Masalah utamanya, pemerintah belum bisa sediakan cukup banyak lapangan kerja. "Kalau mau jujur, problem pemerintah yang tidak sanggup menyediakan lahan pekerjaan," kata Adi dikutip dari Kompas.com, Sabtu (19/4/2025).

Baca juga: 1.500 Anak Muda Indonesia Dikirim Magang ke Luar Negeri, Menaker, Kalian Duta Bangsa! - Naker.news

Bahkan, lanjut Adi, banyak anak muda yang gagal lanjut kuliah cuma karena masalah biaya. Padahal, S1 itu penting banget buat ningkatin kapasitas dan peluang kerja. Sayang, sistem masih belum kasih kesempatan yang adil buat semua orang.

Pemerintah Harus Turun Tangan

Menurut Adi, bonus demografi itu bakal jadi berkah kalau dari sekarang pemerintah serius bangun SDM muda. Caranya? Mulai dari membuka akses pendidikan tinggi, kasih dukungan biaya, sampai ciptain banyak lapangan kerja baru.

Baca juga: Impor Pangan dari AS Bikin Panik? Mendag Bilang, Tenang, Swasembada Tetap Aman! - Naker.news

Apalagi, banyak anak muda Indonesia tinggal di desa. Kalau desa-desa dikembangkan, anak muda juga bisa berkembang. "Kembangkan desanya sekarang supaya anak muda desa itu berdaya," ujar Adi. Jadi bukan cuma soal teknologi, tapi juga soal ekonomi dan politik.

Gibran Optimis, Tapi Perlu Aksi Nyata

Di sisi lain, Gibran tetap optimis. Dia menyebut bonus demografi ini adalah peluang emas buat bangsa. Tapi ya, peluang ini butuh kerja keras dari semua pihak, bukan cuma sekadar optimisme di depan kamera.

Kalau mau bonus demografi beneran jadi berkah, bukan kutukan, pemerintah mesti mulai dari sekarang: beresin akses pendidikan, bukain banyak peluang kerja, dan pastikan anak muda Indonesia siap bersaing di dunia yang makin ketat(*)

 

Editor: Wisnu Kuncoro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X