Naker.news - Aksi demonstrasi buruh yang digelar di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (28/8/2025), ternyata tidak sebesar rencana awal. Massa buruh yang hadir hanya sekitar 5.000 orang, jauh dari target 10.000.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan jumlah massa memang sengaja dikurangi karena aksi disebar ke beberapa daerah.
Baca juga: Buruh Ancam Mogok Nasional Jika Tuntutan Upah 10% Tak Dipenuhi - Naker.news
Aksi Buruh di DPR Berkurang Setengah
Said Iqbal menjelaskan, jumlah buruh yang hadir di depan DPR hanya setengah dari target karena sebagian diarahkan untuk melakukan aksi di daerah lain.
"Jumlah massa hanya sekitar 5.000 orang karena kita kurangi jumlahnya yang demo di depan DPR dan kami sebar di beberapa daerah," kata Said Iqbal kepada CNBC Indonesia.
Serikat Buruh Tidak Kompak
Selain penyebaran aksi, Said juga menyoroti adanya serikat pekerja yang memilih tidak ikut demo. Menurutnya, ada pemimpin buruh yang secara khusus mengarahkan anggotanya untuk tidak turun ke jalan.
"Ada serikat lain yang diarahkan oleh pemimpinnya untuk tidak ikut turun demo, saya heran kok masih ada pemimpin buruh seperti itu," ujarnya.
Baca juga: Rieke Diah Pitaloka Tolak Kenaikan Iuran BPJS: `Datanya Saja Masih Amburadul!` - Naker.news
Perubahan Rencana Aksi
Awalnya, aksi demonstrasi buruh direncanakan digelar di dua titik, yakni Gedung DPR RI dan Istana Negara. Namun, perubahan dilakukan karena keterbatasan waktu sehingga aksi hanya dipusatkan di depan DPR.
"Di DPR saja, karena keterbatasan waktu," jelas Said Iqbal.
Latar Belakang Aksi
Unjuk rasa ini merupakan bagian dari tuntutan buruh untuk meminta kenaikan upah minimum hingga 10,5% pada tahun depan.
Jika tuntutan tidak dipenuhi, Said Iqbal sebelumnya sudah menyampaikan ancaman akan melakukan mogok nasional dengan melibatkan jutaan buruh di berbagai sektor.
Artikel Terkait
Said Iqbal: 28 Agustus, Buruh Jabodetabek Turun ke Jakarta Lawan Outsourcing dan Upah Murah
Said Iqbal: Gaji DPR Rp3 Juta Per Hari, Buruh Hanya Rp170 Ribu!
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik 2026? Menkes: Tunggu Dulu, Masih Dibahas!
Rieke Diah Pitaloka Tolak Kenaikan Iuran BPJS: `Datanya Saja Masih Amburadul!`
Belum Final, Tapi Begini Skema Baru Iuran BPJS yang Lagi Diutak-atik DPR
DJSN Soroti Akses Jaminan Sosial untuk Gig Economy: Perlu Literasi dan Regulasi Baru
Buruh Ancam Mogok Nasional Jika Tuntutan Upah 10% Tak Dipenuhi