Naker. news - Harga saham batu bara diprediksi bakal melesat seiring dengan perubahan aturan tarif royalti tambang yang lebih ramah terhadap pemegang izin usaha pertambangan khusus (IUPK).
Saham-saham seperti AADI (Adaro Andalan Indonesia) dan INDY (Indika Energy) disebut-sebut berpotensi terbang ke level harga fantastis, bahkan bisa tembus Rp 30 ribuan! Sementara itu, pemain besar lain seperti ITMG dan UNTR justru tampak tertinggal dalam euforia ini.
Pemerintah lewat PP Nomor 19 Tahun 2025 resmi memperbarui skema royalti batu bara, menggantikan PP 26 Tahun 2022. Aturan ini disambut positif pasar karena memberi angin segar bagi emiten tambang batu bara, terutama yang berstatus IUPK.
Aturan Baru Royalti Jadi Katalis Kuat
Perubahan aturan royalti ini bikin investor senang, terutama yang pegang saham batu bara kategori IUPK. Dalam aturan baru, tarif royalti jadi lebih fleksibel, tergantung harga batu bara acuan (HBA).
Kalau dulu tarif bisa sampai 28%, sekarang cukup 19% untuk HBA sekitar US$ 123 per ton. Bayangin aja, penurunan tarif ini bisa langsung ngasih efek positif ke laba perusahaan!
Menurut riset Sucor Sekuritas, kebijakan ini bakal nguntungin besar untuk AADI, INDY, dan BUMI. Mereka bakal hemat banyak dari sisi biaya royalti, yang ujungnya bikin margin keuntungan mereka makin tebal.
Sedangkan emiten batu bara lain yang bukan IUPK, seperti ITMG dan UNTR, justru kena tambahan tarif, terutama buat batu bara kalori rendah.
Saham AADI & INDY Potensi Terbang Tinggi
Sucor kasih rekomendasi buy untuk saham AADI dan INDY, lengkap dengan target harga gila: AADI dipatok bisa tembus Rp 30.100, sedangkan INDY Rp 3.100.
Alasannya jelas, mereka bakal nikmatin cuan lebih banyak dari penghematan royalti, plus valuasi sahamnya masih tergolong murah.
Baca juga: Nikah dengan Bule, Gadis Asal Sumsel Dapat Mahar Rp3 Miliar Termasuk Saham dan Rumah - Naker.news
Sebagai gambaran, AADI sekarang masih diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (PER) 4,1 kali—murah banget! Sementara INDY di 14,3 kali. Ditambah lagi, INDY juga udah ekspansi ke bisnis emas yang punya prospek cerah ke depan.
Jadi, selain batu bara, mereka punya sumber cuan lain yang bikin prospek bisnis makin seksi.
Artikel Terkait
Pelajari Cara Investasi Saham Yang Benar
Saham di 280 Perusahaan Tertutup Dimiliki oleh 134 Pegawai Pajak: Sejumlah Fakta Terungkap
KPK Sebut 134 Pegawai Pajak Punya Saham, Bagaimana Sebenarnya Aturan Kepemilikan Saham oleh PNS?
Pilihan Investasi Jangka Pendek: Saham, Emas, atau Kripto?
IHSG Ambles! Konglomerat Borong Saham, Sinyal Bahaya atau Peluang Emas?
Saham Kopi FORE Melejit! Dua Hari Berturut-turut Cetak ARA, Investor Cuan Gede!
Trump Naikkan Tarif Impor China Jadi 245 Persen! Perang Dagang Babak Baru Dimulai?
UMKM Binaan BRI Unjuk Gigi di Singapura, Dapat Kontrak Ekspor Ratusan Miliar!
Keren! Wealth Management BRI Diakui Dunia, Sabet Penghargaan Internasional di London
Rata-Rata Gaji Karyawan Indonesia Tembus Rp5 Juta, Papua Tengah Paling Tinggi
Anak Muda Masih Jadi Penyumbang Terbesar Pengangguran di Indonesia
Fenomena Kenaikan Harga Emas, Ekonom Sumsel Sebut Faktor ini Jadi Pemicunya
Ngaku Dukun Pelindung dari Guna-Guna, Kakek 58 Tahun Lakukan Pelecehan terhadap Wanita Muda di Palembang
Nikah dengan Bule, Gadis Asal Sumsel Dapat Mahar Rp3 Miliar Termasuk Saham dan Rumah
Wong Palemban yang SIM nya Hampir Habis Saat Libur Panjang, Bisa Perpanjang dari Rumah dengan Aplikasi SINAR
Sebaran Aktivitas Penduduk Laki-Laki Usia 15 Tahun ke Atas di Indonesia, Usia Produktif Mendominasi Dunia Kerja di Agustus 2024