Dalam negosiasi, Indonesia juga menekankan pentingnya perlakuan adil di sektor ekspor unggulan lain seperti garmen, furnitur, dan perikanan. Harapannya, ke depan hubungan dagang Indonesia-AS bisa lebih seimbang dan sama-sama untung.
Dengan langkah negosiasi ini, Indonesia berharap AS bisa melihat bahwa kerja sama dagang bukan cuma soal untung rugi semata, tapi juga soal keadilan dan keberlanjutan ekonomi—baik bagi pelaku usaha maupun pekerja di baliknya.(*)
Artikel Terkait
Trump Tiba-Tiba Mau Turunin Tarif Impor Cina? TikTok dan Perang Dagang Jadi Taruhannya!
Komunitas Otomotif Bisa Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kreatif RI, Ini Ajakannya Bamsoet!
Xi Jinping Serukan Persatuan Asia Lawan Dominasi AS, ASEAN Diajak Kompak!
UMKM Kalbar Makin Cuan Berkat Digitalisasi Pembayaran! QRIS dan Eastpos Jadi Game Changer
Telkom Catat Pendapatan Rp150 Triliun! Transformasi Digital & 5 Bold Moves Jadi Kunci Sukses
Bahan Bakar Hidrogen PLN Cuma Rp 276/Km, Lebih Murah dari Bensin dan Listrik!
Simulasi Tes BUMN 2025 Error? Tenang, Ini Solusi FHCI Biar Kamu Gak Panik!
Driver Ojol Teriak Boncos! Skema Grab Hemat Dinilai Bikin Orderan Sepi dan Pendapatan Seret
Impor Pangan dari AS Bikin Panik? Mendag Bilang, Tenang, Swasembada Tetap Aman!
China Siap Perang Dagang, Belanja Negara Digeber Gila-gilaan!