Minggu, 19 April 2026

Anggaran Negara 2024 Tembus Rp 3.359 Triliun, Ini Dampaknya ke Rakyat

Photo Author
- Rabu, 2 Juli 2025 | 14:20 WIB
Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia. (Foto: kemenkeu.go.id)
Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan Republik Indonesia. (Foto: kemenkeu.go.id)

Naker.news - Realisasi belanja negara tahun 2024 tercatat mencapai Rp 3.359,8 triliun, naik 7,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, belanja negara ini berdampak signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran di Indonesia.

Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Belanja negara diarahkan pada sektor perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur.

Menurut Sri Mulyani, kebijakan yang terarah dan terukur ini berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 8,57% pada September 2024. Sementara kemiskinan ekstrem mendekati nol dengan capaian 0,83%.

"Belanja diarahkan untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas, dan mendukung pembangunan nasional." ujar Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (1/7/2025).

Baca juga: Masa Depan Media Dibedah di Mediapreneur Talks

Anggaran Dorong Stabilitas Sosial

Sri Mulyani juga menyoroti peran belanja negara dalam menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,91% per Agustus 2024.

Menurutnya, alokasi anggaran yang efisien mampu menciptakan lapangan kerja dan menjaga stabilitas sosial. Pemerintah fokus pada program-program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, peningkatan transfer ke daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) juga disebut sebagai langkah strategis. Langkah ini untuk memperkuat kualitas layanan publik dan mengurangi ketimpangan antarwilayah.

Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga kesinambungan kebijakan fiskal untuk menghadapi tantangan nasional.

Baca juga: Lokasi Sekolah Rakyat Capai 100 Titik

Fokus Pemerintahan Baru

Dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai 2025, kebijakan fiskal disebut akan tetap berfokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif. Pemerintah menargetkan penguatan perlindungan sosial dan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Menurut Sri Mulyani, fondasi fiskal yang dibangun selama 2024 akan menjadi titik awal bagi kesinambungan program prioritas. Agenda nasional seperti pemilihan umum juga didukung penuh oleh APBN melalui pembiayaan yang transparan dan akuntabel.

Halaman:

Editor: Wisnu Kuncoro Ardianto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X