Naker.news - Realisasi belanja negara tahun 2024 tercatat mencapai Rp 3.359,8 triliun, naik 7,6% dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, belanja negara ini berdampak signifikan dalam menurunkan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran di Indonesia.
Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Belanja negara diarahkan pada sektor perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur.
Menurut Sri Mulyani, kebijakan yang terarah dan terukur ini berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 8,57% pada September 2024. Sementara kemiskinan ekstrem mendekati nol dengan capaian 0,83%.
"Belanja diarahkan untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas, dan mendukung pembangunan nasional." ujar Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (1/7/2025).
Baca juga: Masa Depan Media Dibedah di Mediapreneur Talks
Anggaran Dorong Stabilitas Sosial
Sri Mulyani juga menyoroti peran belanja negara dalam menurunkan tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,91% per Agustus 2024.
Menurutnya, alokasi anggaran yang efisien mampu menciptakan lapangan kerja dan menjaga stabilitas sosial. Pemerintah fokus pada program-program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, peningkatan transfer ke daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) juga disebut sebagai langkah strategis. Langkah ini untuk memperkuat kualitas layanan publik dan mengurangi ketimpangan antarwilayah.
Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga kesinambungan kebijakan fiskal untuk menghadapi tantangan nasional.
Baca juga: Lokasi Sekolah Rakyat Capai 100 Titik
Fokus Pemerintahan Baru
Dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai 2025, kebijakan fiskal disebut akan tetap berfokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif. Pemerintah menargetkan penguatan perlindungan sosial dan stabilitas ekonomi jangka panjang.
Menurut Sri Mulyani, fondasi fiskal yang dibangun selama 2024 akan menjadi titik awal bagi kesinambungan program prioritas. Agenda nasional seperti pemilihan umum juga didukung penuh oleh APBN melalui pembiayaan yang transparan dan akuntabel.
Artikel Terkait
China Siap Perang Dagang, Belanja Negara Digeber Gila-gilaan!
Trump Pangkas Anggaran NASA dan PHK 32 Persen Pegawai Tahun Depan
Biaya Hotel Menteri Fantastis Rp 9,3 Juta Per Malam Jadi Sorotan Efisiensi Anggaran
Pendidikan Gratis Sekolah Swasta Masih Tertunda Pemerintah Akui Belum Siap Anggaran
Gaji Hakim Naik Drastis Prabowo Siap Potong Anggaran Demi Reformasi Hukum
Efisiensi Anggaran Ancam 1.000 Pekerja Hotel Mataram Nasib MICE di NTB Kian Suram
Dedi Mulyadi Larang Rapat di Hotel demi Efisiensi Anggaran Daerah Miskin
Puan Soroti PHK Bali dan Minta Evaluasi Anggaran untuk Lindungi Pekerja
Skandal Dana ASN di Hotel dan Restoran Terbongkar Gubernur Dedi Mulyadi Minta Anggaran Difokuskan untuk Infrastruktur
Giant Sea Wall Didorong di Era Prabowo, Proyek Strategis Hadapi Keterbatasan Anggaran
Pemerintah Buka Blokir Anggaran Rp 129 Triliun, Fokus Program Prioritas dan Efisiensi
Efisiensi Belanja Negara Belum Terlihat, Realisasi APBN 2025 Masih Kontraksi